Pihak SMKN 1 Biru-biru saat menyampaikan keterangan soal pembangunan podium. (Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Deli Serdang || Para orangtua siswa SMKN 1 Biru-biru secara sukarela patungan mengumpulkan uang untuk membangun podium sekolah.
Keterangan dari Ketua Komite SMK Negeri 1 Biru-biru Jadi Barus, sumbangan terkumpul sebanyak Rp 27,5 juta yang digunakan sepenuhnya untuk pembangunan podium.
”Sebelum dibangun podium dulunya lokasi itu asal tanahnya kuning dan berlumpur serta becek sewaktu dipakai upacara anak-anak kita. Akhirnya komite mengundang rapat semua orang tua mencari solusi dengan membangun podium. Dan orangtua siswa sepakat patungan mengumpulkan uang,” ujarnya.
Lanjutnya, ada usul setiap orang tua menyumbang Rp100 ribu. Namum, bagi orangtua yang anaknya bersekolah di SMKN 1 Sibiru-biru 2 orang, boleh menyumbang Rp 50.000 per orang. Bagi yang kurang mampu tidak dikutip sumbangan.
September 2024, komite bersama pimpinan sekolah dan jajarannya baru mendapatkan sumbangan sebesar Rp 10 juta. Selama tiga minggu, bangunan podium selesai dikerjakan namun pihak sekolah masih berutang Rp 16 juta lebih.
Ironisnya kata Jadi Barus, muncul berita tuduhan pungutan yang ditujukan kepada Kepala SMKN 1 Biru-biru di media sosial dan akun TikTok “Pendidikan Hancur” Kepala SMKN 1 Sibiru-biru Deli Serdang Adakan Pungutan Rp 100 ribu per Siswa, sehingga memicu warga sekolah menjadi resah.
Atas polemik itu, pimpinan sekolah dan komite kembali mengundang orang tua yang bertujuan untuk mengembalikan sumbangan yang telah diberikan untuk bangunan podium.
Namun semua orang tua menolak apalagi menerima sumbangan yang sudah diberikan ke sekolah. Menurut mereka, kutipan itu bukan pungli tapi bentuk dukungan orangtua memajukan SMKN 1 Biru-biru.
”Mereka melihat bukti fisik dari yang sudah dibuat. Mereka sangat mendukung apa yang sudah kita lakukan itu sehingga aktivitas belajar anak-anak itu untuk bidang olahraga khususnya sangat berjalan lancar dan nyaman,” terangnya.
Usai musyawarah komite bersama orang tua dan menyikapi tudingan kepada pimpinan sekolah maka sumbangan sukarela untuk bangunan podium dihentikan dan tak ada sumbangan apapun lagi.
”Segala utang akan ditanggulangi pihak sekolah. Kenyamanan siswa belajar itu yang terpenting. Mungkin polemik itu hanya salah paham dan jangan sampai terulang lagi,” tutup Jadi. || Marlan Pasaribu
Editor: Prasetiyo
