FOTO: Kader senior PDIP Perjuangan Sumatera Utara Budiman Nadapdap
AKTUALONLINE.co.id MEDAN|||Kader senior PDIP Perjuangan Sumatera Utara (Sumut), Budiman Nadapdap menyerukan kepada seluruh fungsionaris, kader dan simpatisan untuk menjalin kekompakan dan soliditas pasca ditetapkannya SK Kepengurusan DPD dan DPC se Sumatera Utara.
“Tugas kita semua saat ini adalah bersinergi dan mendukung kepemimpinan DPD serta DPC. Tidak ada waktu lagi untuk mempertanyakan apalagi menggugat nama-nama pengurus karena sudah ditandatangani Ketua Umum Ibu Mega. Kita harus tegak lurus dengan DPP dan memberhasilkan program.partai di daerah,” ucap Budiman Nadapdap kepada wartawan , Senin (4/5/2026).
Ia optimis figur pengurus dalam struktural DPD PDIP Sumut maupun DPC kabupaten/kota adalah sosok Marhaen yang memiliki kepekaan tinggi dengan kepentingan rakyat. Juga meiliki track record yang tidak diragukan soal loyalitas dan militansinya.
Budiman menyebut soal perbedaan pendapat dan pilihan adalah hal biasa dalam.alam demokrasi termasuk dinamika sebelum keluar SK kepengurusan dari DPP.
Namun, setelah ketua umum menandatangani SK kepengurusan lengkap maka tidak perlu ada lagi gonjang ganjing di internal.
“Jadi, pasca ditatapkanya kepemimpinan DPD dan DPC di Sumatra Utara, maka berhentilah gonjang ganjing, intrik dan penafsiran. Kita semuan wajib menghormatinya kerena keputusan final dan mengikat
Kita harus patuh dan tidak boleh bersifan like or dislike atau suka tidak suka terhadap kepengurusan yang sudah defenitif.,” tegasnya.
Apalagi, kata Budiman partai ini membutuhkan soliditas tingkat “dewa” mengingat tantangan yang sangat luar biasa serta serba tak terduga ke depannya.
Ia melihat ancaman paling serius adalah kepentingan sejumlah elit oligarki yang tidak menginginkan PDIP tetap besar dan menjadi pemenang Pileg 2029. Sebab catatan sejarah dalam kurun beberapa tahun ini, PDIP yang selalu tampil di depan dalam menjaga konstitusi dan menggagalkan upaya rekayasa politik untuk menggolkan nafsu ambisi kelompok oligarki.
Ia mencontohkan ambisi merubah sistem pemilu kepala daerah dari dipiilih langsung rakyat menjadi dipilih DPRD , adalah bukti nyata dimana PDIP satu-satunya partai politik yang teguh menolaknya. Dan satu satunya partai penjaga demokrasi di tanah air.
“Saya menyebut perlu ada soliditas tingkat ‘dewa’ karena faktanya banyak yang menginginkan PDIP ini redup. Bahkan kader-kadernya digoda untuk meninggalkan PDIP masuk ke partai lain” paparnya.
Sebagai partai kader dan partai ideologi, menurut Budiman Nadapdap. PDIP justru bangkit dan militansi kadernya memuncak ketika ada yang berupaya menghancurkan partai ini.
Ia melihat situasi politik dan krisis global yang mengakibatkan semakin sulitnya beban hidup rakyat menjadi tantangan bagi PDIP untuk mengambil peran membantu mengatasinya meski berada di luar pemerintahan.|||Sahat MT Sirait
Editor: SMTS
