20.1 C
Indonesia
Rabu, 29 April 2026

Pagelaran Wayang Kulit Hidupkan Budaya dan Kebersamaan Bersih Desa Gesikan

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang kondang Ki Kondho Wahyu Widodo atau Ki Sun Gondrong memeriahkan rangkaian Bersih Desa di Balai Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Selasa (28/4/2026). Tradisi ini kembali menyatukan warga dalam doa, budaya, dan kebersamaan.

Sejak awal acara, penonton disambut tari Gambyong yang dibawakan enam penari dengan gerak gemulai, membuka malam penuh makna. Kehadiran Muspika Kecamatan Pakel, Kepala Desa Gesikan beserta perangkat, BPD, tokoh masyarakat, dan karang taruna menambah khidmat suasana, memperlihatkan dukungan penuh terhadap tradisi turun-temurun.

Ketua panitia Bersih Desa, Sapuan, menjelaskan rangkaian kegiatan berlangsung sejak 23 April hingga 1 Mei, meliputi kegiatan keagamaan doa bersama, tradisi Jawa kenduri, dan pertunjukan seni sebagai wujud syukur.

“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral dan budaya,” ujarnya.

Kepala Desa Gesikan, H. Nurhadi Setiawan, menegaskan Bersih Desa merupakan agenda rutin setiap bulan Selo dalam penanggalan Jawa. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan mendukung, baik tenaga maupun donasi.

“Dengan terlaksananya Bersih Desa ini, diharapkan dapat menghilangkan malapetaka dan mendatangkan keberkahan, sehingga masyarakat memperoleh keselamatan dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Pagelaran dimulai dengan penyerahan gunungan wayang oleh Kepala Desa kepada Ki Sun Gondrong. Lakon “Wahyu Katentreman” yang dibawakan sarat pesan tentang pentingnya ketenteraman dan kebersamaan.

Penampilan dalang yang didampingi para sinden, serta bintang tamu Jo Klithik dan Jo Kluthuk, diiringi musik karawitan Raras Kawiryan dan campursari Kidung Manggala, membuat suasana semakin meriah.

Kegiatan berlangsung sukses dan aman berkat dukungan Polsek Pakel, Koramil, serta Linmas yang bersinergi menjaga keamanan. Menjelang dini hari, prosesi Ruwatan menjadi penutup, menghadirkan doa keselamatan dan pembersihan diri bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar hiburan, Bersih Desa Gesikan menjadi bukti nyata bahwa budaya tradisi masih hidup, menyatukan masyarakat dalam kebersamaan, doa, dan harapan akan masa depan yang tenteram.||| Dodik S

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya