AKTUALONLINE.co.id – Jakarta || Sistem penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlalu mekanis dan kaku dinilai memicu ketidakadilan, khususnya bagi pegawai perempuan. Hal tersebut memicu langkah tegas Kementerian Agama untuk merombak total sistem tata kelola kepegawaian melalui implementasi Manajemen Talenta ASN yang berkeadilan dan humanis.
Saat membuka Rapat Koordinasi Implementasi Manajemen Talenta ASN di Jakarta, Kamis (8/10/2026), Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menyelaraskan aspek rasio dan rasa dalam menilai kinerja pegawai. Penilaian berbasis angka tanpa mempertimbangkan realitas biologis seperti kehamilan dan masa cuti melahirkan dinilai hanya akan menutup akses perempuan menuju puncak karier.
“Kalau itu mau dibandingkan dengan porsi laki-laki, kasihan perempuan. Tidak akan pernah mencapai puncak karier kalau ukurannya itu hal-hal rasio,” tegas Nasaruddin Umar, seperti yang dikutip Aktual Online, Jumat (9/10/2026) dari laman www.kemenag.go.id.
Selain menuntut keadilan bagi perempuan, Menag juga mendorong lahirnya keberanian dalam menempatkan perempuan di posisi strategis, termasuk pimpinan Kantor Wilayah Kemenag di daerah. Pembenahan ini diharapkan mampu memangkas praktik masa lalu di mana promosi jabatan kerap kali formalitas belaka karena hasilnya sudah bisa ditebak sebelum proses dimulai.
Akselerasi perbaikan tata kelola SDM ini pun langsung dipatok deadline ketat oleh pimpinan kementerian. Seluruh jajaran dan kepala satuan kerja diperintahkan memastikan ASN aktif memperbarui portofolio dan profil talenta mereka dalam waktu dua pekan ke depan.
Langkah transformasi ini terasa krusial mengingat Kemenag mengelola puluhan ribu ASN yang tersebar di seluruh Indonesia. Terbukti, pembenahan sistem kepegawaian tersebut telah membuahkan penghargaan tertinggi Adi Manawa Nugraha Pratama dari BKN atas efisiensi dan transparansi manajemen karier ASN. || Red






