Aktualonline.co.id-Medan
Apes benar nasib sion Munthe (30) warga percut Sei tuan ini bagaimana tidak usai dianiaya oleh oknum anggota resor kota besar Medan Faisal ardiansyah, dengan nomor LP/B/109/I/SPKT/Polrestabes Medan /Polda Sumatera Utara tanggal 11 Januari 2025, hingga kini laporan penganiayaan tersebut tak jelas alias hanya jalan di tempat.
Ditemui aktual onkin.co.id, Selasa (18/3/2025) sion munthe mengakui trauma atas penganiayaan yang dilakukan oknum polisi tersebut kepadanya.
Diceritakan Sion lagi, peristiwa itu terjadi di bulan Januari 2025 yang lalu saat itu dia yang sehari harinya bekerja sebagai tukang pungut sampah di jalan Alfatah GG tawon IV desa sampali kecamatan Percut sei tuan kabupaten Deli Serdang seperti biasanya mengangkut sampah di setiap rumah warga dengan imbalannya 30 ribu perbulan setiap rumah tangga yang sampahnya diangkut.
Saat itu sekitar tanggal 7 Januari 2025 sekira pukul 13: 00 wib, korban di datangi oknum polisi ini dan mempertanyakan soal alasan sampah rumahnya tak diangkat.
Adanya pertanyaan pelaku ini, korban hanya menjawab gimana mau aku angkat bang sudah 2 bulanan jasa pembuangan sampah abang tak bayar sementara itu hasil jasa itu lah gaji untuk makan dan memperbaiki becak aku bang. Mendengar perkataan korban, pelaku bukanya malah kasihan dan sebaliknya tak terima dan selanjutnya melakukan penganiayaan kepada korban dengan membabi buta.
 tak puas memukuli korban, pelaku malah balik ke rumahnya dan selanjutnya mengambil pistol dan kembali ke lokasi serta menodongkan pistol ke kepala korban” mau kau ini sudah kuat kau.” Teriak pelaku ucap korban meniruhkan peristiwa yang dialaminya itu.
Dibawah todongan pistol, korban hanya pasrah saja sambil mendapat pukuli dan bogeman mentah terhadapnya dan saat itu juga, istri pelaku saat itu melihat kejadian tersebut, bukannya melerai malah ikut ikutan dan seakan akan memberikan support agar suaminya melakukan penganiayaan tersebut.” Ampunilah bang sakit kali aku rasakan teriak korban memohon kepada pelaku yang kesetanan melakukan penganiayaan terhadapanya.
Puas melakukan penganiayaan pelaku bukannya menolong korban dan membawanya ke rumah sakit akan tetapi malah membiarkanya dengan kondisi pusing akibat di aniaya.
akibat pukulan yang bertubi tubi dilakukan pelaku ini, korban dengan kondisi pusing hanya berusaha berdiri untuk pulang sementara warga yang melihat hanya menonton saja karena mereka takut karena pelaku menenteng pistol karena anggota polisi .” Ungkapnya dengan nada sedih.
Usai dianiaya, korban selanjutnya pulang ke rumahnya dan saat itu ibunya boru Sianturi histeris melihat wajah anaknya yang sudah lembam lembam.” Kenapa kau ini siapa yang tega melakukan ini kepadamu.” Bilang boru Sianturi begitu melihat kondisi anaknya yang sudah babak bunyak sambil menangis.
Setelah mendengar penjelasan dari anaknya, Atas saran keluarga dan tetangga, selanjutnya korban dan ibunya membuat laporan ke propam polrestabes Medan akan tetapi hingga kini laporan mereka yang sudah 3 bulan belum juga diproses dan alasan mereka ada ada aja.” Saksi sudah diperiksa kini minta saksi lagi kan aneh aneh aja itu jupernya dan malah jupernya yang gak enaknya omongannya minta agar korban juga melakukan pemukulan.” Kenapa gak kau pukul juga dia katanya jantan berantam lah kalian.” Ungkap korban menirukan ucapan oknum juper tersebut yang diketahui bernama Aiptu Rikardo Sitohang.
Jadi kami keluarga, memohon kepada pak Kapolda maupun kapolretabes dan Kabid propam agar memberikan atensi atas kasus yang dialami anak saya ini dan kejadian ini agar i tak terulang lagi kepada masyarakat apalagi masyarakat miskin yang tak memiliki apa apa.” Kami hanya orang susah mana ada deking kami ataupun keluarga kami makanya kami lakukan seperti ini dan biar bapak tau aja bawa oknum polisi ini sangat arogan sehingga orang kampung tempatnya tinggal banyak yang gak suka kepadanya akan tetapi kalau ini dibiarkan terus menerus akan banyak korban korban lainnya.” Saya hanya beberapa korban lainnya saja karena mereka takut melapor karena miskin.” Sebutnya.gom
