#Edisi9
#KhususNamaPemaindanBekingTambangEmasIlegalPasaman
AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes mengungkapkan bahwa Dand*m pernah mengamuk saat Polda Sumbar melalukan razia terhadap tambang emas ilegal milik Uncu yang dibekinginya.
Saat peristiwa itu terjadi, AKP Fion Joni Hayes mengaku sempat berang karena dituduh sebagai dalang razia tambang emas ilegal yang dilakukan. Padahal, penertiban itu gawean Dirkrimsus Polda Sumbar.
”Dandim berprasangka aku yang menangkap. Yang menangkap orang Polda, komandan bukan aku. Aku dipanggil Kapolres. Penangkapan Uncu ini kok biasnya ke aku,” ungkapnya dalam rekaman suara yang beredar. (red. pernyataan ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia)
Meski begitu, AKP Fion Joni Hayes mengaku bahwa ia sempat membocorkan kabar rencana razia tersebut kepada Fauzan dan diteruskan ke Uncu. Namun, mereka tetap yakin tidak akan kena razia lantaran telah dibekingi Dand*m.
“Seminggu si Fauzan pergilah ke Dandim, setelah pindah ke Dand*m, nelponlah orang Krimsus bilang kalau dia nangkap alat. Waktu itu aku masih di Padang, pulang dari Bukit Tinggi menangkap orang Cabul. Terus balik ke Padang. Terus ditanyak, Fion (red. Kasatreskrim) dimana, di Padang bang, aku pulang malam ini. Abang mau menangkap alat. Iy, yaudahlah bang. Aku tanyak si Fauzan, Zan, si Uncu itu masih koordinasi sama Fauzan. Gak ada lagi itu bang, katanya. Dia udah ke Dand*m bang. Kenapa itu bang (red. Kata Fauzan). Tidak, saya hanya bertanya saja. Tidak kusebutkan orang itu menangkap. Tau tau, si Fauzan itu ada feeling. Ditelponnyalah si Habib. Bib, orang Polda ada mau menangkap alat (red. kata Fauzan). Berhentilah main. Jadi, si Habib menyampaikan cerita Fauzan ke Uncu. Yakin, sudah memberi payung ke Dand*m. Terjadilah penangkapan,” beber AKP Fion Joni Hayes.
Insiden itu pun sempat meimbulkan ketegangan. Bahkan untuk menurunkan tensi, AKP Fion Joni Hayes menawarkan diri untuk menjumpai Dand*m. Namun, Kapolres Pasaman melarangnya dan mengaku bisa berkomunikasi lewat telepon.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes yang dikonfirmasi soal pengakuannya itu pada 2 Mei 2026 sempat membantah. Namun, ia kemudian tidak dapat menyangkal pengakuan itu karena Aktual Online menegaskan memegang bukti.
Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes kemudian sempat berjanji akan bersedia diwawancara soal nama-nama pemain dan yang membekingi emas ilegal di Pasaman ini. Namun, ia kemudian mengaku sibuk.
”Assallammualikum wr wb. Belum bisa lagi bang karena masih banyak kegiatan dan kasus atensi bang kalau ada waktu nanti saya kabari ban,” terangnya melalui aplikasi perpesanan.*bersambung. || Prasetiyo




