#Edisi27
#KhususNamaPemaindanBekingTambangEmasIlegalPasaman
AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Kuatnya pertahanan para pelaku tambang emas ilegal di Sumatera Barat khususnya wilayah Pasaman tidak lepas dari simbiosis mutualisme yang sudah terbentuk secara erat.
Ada cukong dari singapura, Rohom, serta oknum polisi yang bekerjasama dengan para mafia tambang emas ilegal. Misalnya Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes dengan perannya sebagai mata dan telinga Rohom di tiap agenda razia.
Sebenarnya, dalam pengakuan AKP Fion Joni Hayes kepada Aktual Online, di kepolisian bukan hanya ia yang bermain. Ada nama Dirkrimsus Polda Sumbar, serta Kapolres Pasaman. Bahkan Pangd*am, Waasint*l Kod*m, Dand*m juga ia beberkan berkelakuan sama.
Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap mengungkap simbiosis tambang emas ilegal ini ada masanya. Karena tidak seorang pun diantara para bandit termasuk mafia tambang emas ilegal yang kebal hukum.
”Ya kalau dilihat kuat sekali, ada cukong, ada Rohom, dan oknum polisi seperti AKP Fion Joni Hayes. Namun, jangan lupa, tidak ada yang kebal hukum,” ungkapnya.
Diingatkan Fahrul Rozi Harahap, orang di luar Pasaman jangan mau terkecoh dengan narasi bahwa tambang emas ilegal murni dijalankan masyarakat lokal.
Faktanya, masyarakat adalah bentuk eksploitasi dari para cukong. Hal itu dibuktikan dengan adanya alat-alat berat, mesin-mesin tambang, serta alat pengangkutan mahal yang tidak mungkin dimiliki oleh masyarakat dengan klaim susah ekonomi.
Model lainnya, ada masyarakat yang menempel di sisa-sisa aktivitas tambang emas ilegal milik para mafia. Tapi tetap, ini adalah bentuk pembungkaman dan teknik menciptakan rasa kebersamaan semu tanpa sadar sudah menjadi bagian eksploitasi.
Tanpa jenuh, Fahrul Rozi Harahap mendesak Propam Mabes Polri untuk segera memanggil, memeriksa dan memecat AKP Fion Joni Hayes, dan menjadikan keterangannya sebagai pintu masuk mengungkap mafia tambang emas ilegal. Jika hal ini sudah dilakukan, maka pemerintah pusat juga harus mendesak pemerintah Sumatera Barat agar memikirkan kesejahteraan masyarakatnya.
Hingga berita ini terbit, Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes tidak kunjung menepati janjinya untuk diwawancara langsung. Sementara Rohom yang juga sempat mengancam wartawan Aktual Online, kini tidak lagi mau memberikan komentarnya soal namanya disebut-sebut AKP Fion Joni Hayes terkait kekuatannya menekan Pangd*am, Kapolda Sumbar maupun Dirkrimsus. *bersambung || Prasetiyo




