24.3 C
Indonesia
Minggu, 3 Mei 2026

Sumut ‘Gitu-gitu’ Saja, Masyarakat Butuh Sosok Syamsul Arifin

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id Medan II   Melihat Provinsi Sumatera Utara yang tidak mengalami perkembangan signifikan dari segala aspek dan makin kuatnya gejolak sosial di masa kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, Koordinator Wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut, Gandi Parapat menyebut Syamsul Arifin sangat dibutuhkan kembali menjadi Gubernur Sumatera Utara dan Rajamin Sirait sebagai wakilnya.

 

Putra daerah Tapanuli itu menyebut bahwa Syamsul Arifin memiliki karakter khas dalam memimpin dan tidak hilang hingga sekarang, meskipun bukan seorang Gubernur Sumatera Utara lagi. Misalnya, tidak pilih-pilih orang dalam berinteraksi, maupun memberikan bantuan. Bahkan, cara berkomunikasinya dengan menggunakan pilihan kata yang sederhana dan tidak tempramen membuat orang-orang di sekitarnya simpati.

 

“Sumut gitu-gitu saja lae, tidak ada perkembangannya. Bahkan saat ini gejolak sudah timbul di tengah-tengah masyarakat. Coba, apa yang sudah diperbuat. Mau tidak mau kita harus akui Syamsul Arifin masih menjadi sosok yang dibutuhkan. Saya masih ingat, saat masih Datok jadi Gubsu semua orang gampang kali jumpa. Semua bisa mengadu. Jadi setiap ada keluhan cepat selesai,” ungkap Gandi, Jumat (19/5/2023) sore.

 

Sementara itu, alasan disebutkannya nama Rajamin Sirait sebagai wakil yang pantas mendampingi Syamsul Arifin menurut Gandi adalah intelektualnya dalam memanajemen Sumber Daya Manusia, memiliki koneksi yang luas serta tidak menutup diri terhadap masyarakat dalam bergaul, serta tidak sungkan mengkiritik kesalahan serta memberi solusi ketika orang lain salah, meskipun itu kawan.

 

“Saya tidak perlu berbicara banyak tentang bang Rajamin ini, nanti dikira saya bohong. Searching saja langsung di google nama Rajamin Sirait. Kalau dua karakter ini memimpin Sumatera Utara, saya yakin pasti maju pesat,” yakin Gandi.

 

Meski Gandi enggan menyebut bahwa pemerintahan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah gagal, namun ia menunjukkan bahwa hingga saat ini masyarakat masih tidak dapat berkomunikasi secara luwes kepada Gubernur maupun Wakil Gubernur. Bahkan saat dikritik, pimpinan di Sumatera Utara tersebut lamban merespon serta menganggap bahwa masukan yang disampaikan adalah bentuk kebencian atau cara menjatuhkannya.

 

“Saya mengajak masyarakat berpikir secara akal jernih. Kalau tidak bagus, Bagaimana mungkin Syamsul Arifin sampai saat ini masih banyak yang mengundang ke sanalah, ke sinilah. Dari situ saja kita paham, bahwa Syamsul Arifin memang masih dirindukan, masih cocok memimpin Sumatera Utara,” tutup Gandi. III Prasetiyo.

 

 

Editor: Alvin

Baca Selanjutnya

Berita lainnya