Today

Uji Inovasi AI Kesehatan Lewat Sandbox, Wamenkes Prof. Dante: Bukan Sekadar Ubah Kertas Jadi Layar!

TM

AKTUALONLINE.co.id –Jakarta ||| Transformasi digital di sektor kesehatan terus diakselerasi agar tak sekadar menjadi formalitas peradaban modern. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong lahirnya teknologi medis yang aman dan inklusif lewat penguatan wadah Sandbox Kesehatan.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono saat membuka gelaran Health Innovation Showcase 2026 di Jakarta, Selasa 27 Oktober 2026.

Prof. Dante menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi medis tidak boleh diukur dari seberapa canggih perangkat yang digunakan, melainkan dari manfaat konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Transformasi digital bukan sekadar mengubah kertas menjadi layar. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat,” ujar Prof. Dante, seperti yang dikutip Aktual Online, Rabu (28/10/2026) melalui laman www.kemkes.go.id.

Platform SATUSEHAT Tembus 43 Ribu Faskes

Sebagai bukti nyata percepatan digitalisasi, platform SATUSEHAT milik Kemenkes kini telah terhubung dengan lebih dari 43 ribu fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di seluruh Indonesia. Cakupan tersebut mencakup hampir seluruh rumah sakit serta lebih dari 90 persen puskesmas.

Melalui integrasi Rekam Medis Elektronik (RME) di SATUSEHAT, riwayat medis pasien kini dapat dikelola secara aman dan berkesinambungan lintas faskes sesuai persetujuan pasien.

Di sisi lain, Kemenkes terus menjaring gagasan segar melalui Sandbox Kesehatan—ruang uji coba terkendali bagi para inovator sebelum produk mereka dilepas ke publik. Sepanjang 2023–2025, sebanyak 60 inovasi kesehatan telah lolos verifikasi, dan 39 di antaranya mengantongi tanda daftar resmi.

“Melalui Sandbox Kesehatan, inovator dapat menguji solusi dengan pendampingan pemerintah dan ahli. Pesan saya, tetap utamakan kualitas, keamanan, dan perlindungan data pasien,” kata Prof. Dante.

READ  ‎Presiden Prabowo Bahas Kedokteran dan Sain dengan Imperial College London di Istana Negara

Kecerdasan Artifisial Jadi Mitra Dokter, Bukan Pengganti

Dalam ajang tersebut, sebanyak 11 inovator terpilih memamerkan terobosan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), seperti teknologi pemeriksaan genetik hingga pemrosesan percakapan klinis menjadi rekam medis otomatis.

Meski demikian, Prof. Dante mewanti-wanti agar keberadaan AI tidak menggeser peran utama dokter dalam mengambil keputusan medis.

“Kecerdasan artifisial harus menjadi mitra yang mendukung tenaga kesehatan, bukan menggantikan pertimbangan klinis,” tegasnya.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria yang menekankan pentingnya ekosistem digital—mulai dari tata kelola data hingga pendampingan startup—agar inovasi lokal meraih kedaulatan teknologi. Sementara itu, Direktur Pijar Foundation Cynthia Krisanti menegaskan komitmen kolaborasi untuk memanfaatkan Sandbox dalam menanggulangi persoalan krusial seperti tuberkulosis, diabetes, hingga ancaman penuaan penduduk di Indonesia.|||Red

Related Post