Today

Empat Sekolah Rakyat Sabet Mandaya Awards 2026: Ubah Nasib 44 Ribu Anak Terlantar Sekaligus Berdayakan Orang Tua

TM

AKTUALONLINE.co.id – Jakarta|||Kerja keras memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui dunia pendidikan mulai menunjukkan buah manis. Sebanyak empat Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah sukses keluar sebagai pemenang dalam ajang bergengsi Mandaya Awards 2026 yang dihelat Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Apresiasi tinggi tersebut diserahkan langsung di Ballroom Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Selasa 27 Oktober 2026. Keempat institusi yang dinilai memiliki dampak nyata di tingkat tapak itu meliputi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, SRT 1 Kabupaten Bogor, serta Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 Bandung Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan tidak bisa lahir dari rumusan di atas kertas semata, melainkan dari aksi nyata di lapangan.

Berdasarkan data BPS 2026, tingkat kemiskinan nasional berhasil ditekan dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen, sementara kemiskinan ekstrem merosot dari 2,8 juta jiwa menjadi 1,7 juta jiwa.

“Artinya, dalam dua tahun ini sekitar 1,1 juta saudara kita keluar dari kemiskinan ekstrem. Bukan yang paling besar lembaganya, juga bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan adalah siapa yang dampaknya nyata,” tegas Muhaimin, seperti yang dikutip Aktual Online, Rabu (28/10/2026) dari laman www.kemensos.go.id.

Saat ini, program Sekolah Rakyat sendiri telah merangkul sekitar 44.200 anak dari keluarga paling marjinal. Cakupan masif ini diiringi dengan transformasi karakter dan fisik siswa yang drastis setelah tinggal dan belajar di asrama sekolah.

“Saya sendiri amat sangat kaget. Enam bulan yang lalu dibanding dengan yang sekarang, anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi segar, motivasinya tinggi,” ungkapnya.

READ  Potret Kezaliman Era Jokowi, Rusdianto Samawa: Lawan

Anak Sekolah, Orang Tua Ikut Diberdayakan Lewat Program LAKSMI

Tak hanya mengurus anak didiknya, pendekatan pemberdayaan Sekolah Rakyat turut merambah ke lini keluarga melalui Program LAKSMI. Melalui skema ini, para orang tua dari keluarga prasejahtera turut dibekali pelatihan keterampilan agar mandiri secara ekonomi.

“Anaknya belajar, orang tuanya memiliki kemampuan baru. Anaknya bersekolah dengan masa depan cerah, dan orang tuanya mandiri menjadi produktif,” imbuh Muhaimin.

Di Kabupaten Takalar, misalnya, SRT 1 setempat aktif membina para orang tua murid memproduksi makanan ringan lewat kolaborasi dengan Sentra Pangurangi. “Ada yang bahkan sudah jualan di toko-toko kecil di rumah, buka warung sendiri,” ujar Kepala SRT 1 Takalar, M Jufrianto.

Sementara itu, gebrakan kreatif juga ditunjukkan SRT 1 Kabupaten Bogor yang mengusung program Lelepreuner (budidaya lele dari hulu ke hilir) hingga pelatihan seni angklung mandiri. Wakil Kepala Kurikulum SRT 1 Bogor, Haris, menyebut siswa disiapkan agar kelak lulus sebagai ujung tombak pemutus rantai kemiskinan keluarga.

Di sisi lain, prestasi non-akademik digenjot maksimal oleh SRMA 14 Bandung Barat yang membekali siswanya lewat 15 pilihan ekstrakurikuler. Adapun di SRT 1 Kediri, pendampingan intensif diterapkan dengan prinsip ketat: tidak ada anak tanpa kegiatan, tidak ada anak tanpa pendampingan. Buahnya pun langsung nampak, di mana siswa kelas 2 di sekolah tersebut sudah ada yang mengantongi golden ticket perguruan tinggi.

Ajang Mandaya Awards 2026 sendiri merupakan gelaran kedua yang diikuti oleh lebih dari 2.146 peserta, melibatkan ratusan perguruan tinggi, pemerintah daerah, badan usaha, hingga pesantren demi merajut simpul kolaborasi pengentasan kemiskinan di Indonesia.|||Red

Related Post