24.4 C
Indonesia
Sabtu, 2 Mei 2026

Tangkap RHM Terduga Aktor Tunggal Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah di Pasaman

Berita Terbaru

Putra Daerah Pasaman Fahrul Rozi Harahap. (Grafis: Tim Aktual Online)






‎AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Kasus kekerasan yang dialami oleh Nenek Saudah karena menolak lahannya di Jorong Lubuk Aro Matinggi Utara Kecamatan Rao Pasaman dijadikan lokasi tambang, bukanlah insiden biasa melainkan merupakan percobaan pembunuhan yang direncanakan.

‎Fahrul Rozi Harahap selaku putra daerah Pasaman mengungkap bahwa tindakan keji tersebut tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat setempat jika tidak mendapat arahan dari orang berpengaruh serta dibekingi secara politis.

‎IS yang ditangkap dan diumumkan oleh Polres Pasaman masih berstatus mahasiswa diyakini hanya pion yang ditumbalkan. Ada satu inisial lain luput dan diduga menjadi aktor tunggal mendalangi percobaan pembunuhan terhadap nenek Saudah, yakni RHM. Orang ini menurut Fahrul Rozi Harahap merupakan keluarga dari salah seorang pejabat di Pasaman dan menjalankan bisnis tambang emas ilegal.

‎”Ini bukan delik hukum atau kejahatan biasa. Ini sudah cenderung kepada percobaan pembunuhan. Saya buka-bukaan saja, diduga aktor tunggalnya inisial RHM, keluarga dari salah seorang pejabat di Pasaman. Masak iya ada mahasiswa buka tambang ilegal, sendirian pula itu. Siapa yang suruh. Ungkap lah pemain tambang emas ilegalnya,” bebernya, Rabu (7/1/2026) pagi.

‎Fahrul Rozi pun mengimbau kepada seluruh tokoh masyarakat di Sumatera Barat untuk tidak mengapresiasi kepolisian, sebelum Polda Sumatera Barat berniat dan segera menangkap terduga aktor tunggal percobaan pembunuhan nenek Saudah.

‎Ada banyak cara bisa dilakukan untuk menuntaskan perkara besar ini, yakni dengan mengerahkan Direktur Intelkam Polda Sumbar, mengambil keterangan Bupati Pasaman, meminta penjelasan anggota DPRD Pasaman terkait hadirnya tambang ilegal dan memberikan perlindungan ketat terhadap nenek Saudah yang mungkin saja bisa menjadi target kembali supaya tidak bersuara.

‎”Saya mengingatkan para para pemangku adat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masarakat agar jangan memberi apresiasi kepada polisi sebelum Polda Sumatera Barat bisa menangkap terduga aktor tunggal percobaan pembunuhan terhadap nenek Saudah,” tegas Fahrul Rozi Harahap.

‎Fahrul Rozi Harahap mengaku mengenal baik nenek Saudah sebagai orang berpengaruh di kampungnya. Ia diusik pelaku tambang emas ilegal, lalu melarang para penambang haram itu memasuki lahannya dan dibalas mereka dengan aksi percobaan pembunuhan.

‎Di saat krisis seperti ini, Fahrul Rozi Harahap mendesak Bupati Pasaman Welly Suheri untuk tidak sembunyi, melainkan hadir dan bersuara membela nenek Saudah dengan berkomunikasi kepada kepolisian agar segera menangkap aktor tunggal percobaan pembunuhan tersebut yang diduga berinisial RHM.

‎Jangan sampai, kisah nenek Saudah menjadi contoh traumatis bagi masyarakat Pasaman lain untuk dapat diintimidasi dan diancam hanya demi keuntungan segelintir orang yang bermain tambang ilegal.

‎”Saya putra daerah Pasaman. Tentu banyak tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat yang lebih paham soal soal kasus ini. Jangan kita beri ruang pada pelaku kriminal, para penambang ilegal. Kita sebagai masyarakat beradat jangan takut bersuara. Jangan tunggu korban selanjutnya. Kalau kita diam, besok bisa saya, bapak, ibu, abang dan adik kita jadi korban kebrutalan penambang ilegal ini. Mari kita suarakan, tangkap RHM,” ajak Fahrul Rozi Harahap.

‎Diketahui, nenek Saudah menerima kekerasan fisik berupa pelemparan batu dan pemukulan hingga nyaris meninggal dunia pada 1 Januari 2026 lalu. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia dibuang ke semak-semak tepi sungai. Untungnya, ia sadar dan berhasil tertatih-tatih pulang ke rumahnya dengan kondisi badan penuh luka.|| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya