19.9 C
Indonesia
Rabu, 6 Mei 2026

‎Oknum Ormas FKPPI Tebing Tinggi ‘Ngomel’ di TikTok Demi Bela DPO Christoph Munthe

Berita Terbaru

‎Oknum Ormas FKPPI Tebing Tinggi Narlis Koto dan komentar pembelaannya terhadap DPO Christoph Munthe di TikTok. (Foto: Ist/Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Tebing Tinggi || Seorang oknum anggota ormas Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Narlis Koto ‘ngomel’ (red. meluapkan ketidakpuasannya) di kolom komentar TikTok akun Aktual Online karena postingan berita soal DPO Christoph Munthe.

Lewat akunnya bernama @naliskoto, ia mencoba menggiring opini netizen agar sependapat dengannya tentang berita DPO Christoph Munthe yang dimuat Aktual online merupakan komoditi politik untuk menjatuhkan mantan suami dari Ketua FKPPI Tebing Tinggi tersebut.

Menurut Narlis Koto, Aktual Online mandul karena harusnya pemberitaan mengenai DPO Christoph Munthe dimuat sejak 4 tahun yang lalu, bukan setelah menjadi anggota dewan.

“Yang Mandul bukan Kapolres dan Kasatreskrim nya bro tapi media yang memberitakan kasus ini, kenapa setelah 4 tahun kasus ini baru sekarang gencar diviral kan kembali kenapa tidak dari 4 tahun lalu gencar diviral kan. Bisa diduga ada kepentingan krn CM ini sudah duduk di kursi DPR,” tulisnya.

Memang, akun TikTok @narliskoto grtol sekali menyerang Aktual Online lewat kolom komentar. Namun, pernyataannya tidak berdalil dan cenderung ke arah sentimen pribadi karena berita dimuat menyinggung nama kenalannya.

Di sisi lain, Praktisi Hukum Jauli Manalu SH, Senin (29/9/2025) menertawakan usaha akun TikTok @narliskoto yang telah bersusah payah membela buronan kasus pencurian rel kereta api PT. KAI.

Jauli Manalu yang mengaku ingin memberi pencerahan kepada oknum anggota FKPPI tersebut, menjelaskan bahwa pemberitaan soal DPO Christoph Munthe muncul di tahun 2024 bukan hanya karena ia masuk ke ranah politik, namun dikarenakan tahun 2021 lalu Polres Tebing Tinggi telah menyembunyikan pengumuman resmi nomor DPO/107/X/2021/Reskrim tanggal 4 Oktober 2021.

Hingga akhirnya tidak satupun masyarakat termasuk jajaran kepolisian di Indonesia yang mengetahui adanya buronan bernama Christoph Munthe.

“Kalau sudah tidak paham, sebaiknya jangan asal berbicara, malu. Dia sendiri bela-bela buronan, sudah tahu sejak kapan rupanya kalau Christoph Munthe itu DPO,” tegas Jauli Manalu, Senin (29/9/2025) pagi.

Jika memang Narlis Koto telah mengetahui Christoph Munthe merupakan buronan sejak awal dan tidak berupaya memberitahu KPU maupun kepolisian, maka dipastikan bahwa ia merupakan kaki tangan Christoph Munthe sehingga memiliki naluri untuk menutupi kesalahan DPO itu dengan sistem kacamata kuda.

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Christoph Munthe masuk daftar merah Daftar Pencarian Orang (DPO). Bulan depan status buronan yang disandangnya genap 4 tahun. Ia terlibat sebagai otak pelaku dalam kasus pencurian rel kereta api milik PT. KAI yang berusaha ditutupi kepolisian.

Mulai dari tidak dipublikasikannya pengumuman DPO DPO/107/X/2021/Reskrim tanggal 4 Oktober 2021, mengendalikan opini publik dengan keterangan bohong lewat media massa, hingga berondok di dalam ruangan dengan alasan sibuk.

Bak kado istimewa, Polres Tebing Tinggi membantunya menerbitkan SKCK untuk syarat administrasi pencalonannya sebagai caleg saat Pemilu 2024 silam. Christoph Munthe tidak ditangkap, ia kini menjadi dewan dan menampakkan diri di hadapan polisi seperti warga sipil tanpa masalah hukum.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga tidak mampu menjelaskan perkara status DPO serta ketidakmauan mereka menangkap buronan tersebut.

AKP Sahri Sebayang selaku eks Kasatreskrim yang pernah membantu buronan tersebut lewat permohonan restoratif justice B/1833/VIII/Res.1.B/2024/Reskrim tanggal 3 Agustus 2024 kini telah dipindahkan ke Polda Sumut tanpa diberi sanksi. || Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya