AKTUALONLINE.co.id – Medan II Memang agak laen Kota Medan ini. Pertama kali terukir dalam sejarah, Ketua Komisi III DPRD Afif Abdillah dan Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar kompak melakukan penyesatan terhadap Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution.
Hal itu terlihat dari upaya keduanya yang saling dukung dan hadir dalam peletakan batu pertama Pasar Akik Medan. Padahal, secara jelas Pasar Akik bukanlah aset pasar tradisional resmi Pemko Medan. Bahkan pasar itu dibangun di atas jalur umum dengan status jalan kota.
Dukungan Ketua Komisi III DPRD Medan Afif akan pelanggaran tersebut malah tidak sungkan ia utarakan kepada Aktual Media Grup dengan alibi merupakan kepentingan umum. Namun mencoba menggiring opini publik agar melupakan fakta bahwa jalan Akik juga fasilitas publik.
“Jadi, surat perubahan peruntukan itu, ya harus ada. Dan akan kita minta agar ditunjukkan saat rapat evaluasi, nanti”, ungkap Afif Abdillah.
Pernyataan putra dari mantan Wali Kota Medan Abdillah itu mempertegas bahwa ketika pemilik modal atau investor ingin membangun sesuatu di atas lahan pemerintah, maka hal tersebut tidak masalah. Menjadikan fungsi jalan umum menjadi pasar harusnya melalui proses perubahan peruntukan, dan dilakukan sebelum pembangunan terjadi.
Lingkar Indonesia Arnold Marpaung menegaskan fakta tersebut menunjukkan adanya ketidakadilan yang dibuat pemerintah Kota Medan terhadap rakyatnya. Sebab, sampai saat ini masyarakat dituntut untuk menaati aturan yang dibuat.
Misalnya Pasar Marelan atau Pusat Pasar, yang jelas-jelas telah resmi terdata sebagai aset resmi dan rutin memberi pemasukan bagi PAD namun tetap saja tidak diperhatikan untuk direvitalisasi.
“Seperti Pasar Marelan tidak direvitalisasi, katanya belum serah terima, siapa bilang belum. Taruhlah belum pernah serah terima, mana lebih parah dengan Pasar Akik yang bukan aset dan juga bangunannya di atas jalan umum,” cecar Arnold Marpaung, Kamis (18/7/2024) sore.
Ia juga sangat menyayangkan pernyataan dari Ketua Komisi III DPRD Medan Afif Abdillah yang tidak memakai akal serta lupa dengan jabatannya sebagai pelayan rakyat. Arnold Marpaung mengingatkan agar Afif Abdillah cepat bertobat, dan Wali Kota Medan Bobby Nasution segera mencopot Suwarno dari jabatannya sebagai Dirut PUD Pasar Medan.II Prasetiyo
