20.9 C
Indonesia
Rabu, 6 Mei 2026

Pj Gubsu Serahkan Satyalancana Karya Satya di Hardiknas 2024

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id – Medan II Sebelum upacara memperingati hari pendidikan nasional (hardiknas) 2024 dimulai, Pj Gubsu Hassanudin menyerahkan SK Satyalancana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo kepada orang yang dianggap berjasa di bidang pendidikan.

Diantaranya, Satyalancana Karya Satya XXX Tahun untuk Kacabdis Wilayah I August Sinaga SST, SPd, MAP, Satyalancana Karya Satya XX Tahun diberikan pada Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK/SLB Dra Rivolan Priyanti Pujihandayani MPd.

Lalu Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikprovsu M Basir S Hasibuan MPd mendapat Satyalancana Karya Satya X Tahun, Kepala UPT TIK-P Juwita Iranita Lumban Gaol SPd diberi Satyalancana Karya Satya X Tahun.

Selain itu, Hasanuddin juga memberikan santunan BPJS kepada SMKN 1 Siantar Rp 42 000 000 dan Kepala SMKN 1 Percut Seituan Rp 42.000.000

Setelah itu, 1.500 peserta siswa, guru dan ASN Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mengenakan busana tradisional daerah mengikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke 77 tahun yang jatuh pada 2 Mei 2024 di Lapangan Astaka Jalan Pancing Medan, Kamis (2/5/2024) pagi.

Diketahui yang menjadi inspektur upacara Pj Gubernur Sumatera Utara Dr Hassanudin dihadiri Sekdaprovsu Arief Sudarto Trinugroho, Kepala Dinas Pendidikan Provsu Ir Abdul Haris Lubis MSi, Pangdam I BB diwakili Kasdam I BB Brigjen Zefrizal dan unsur Forkopimda berlangsung sederhana dan penuh khidmat.

Hasanuddin dalam pidatonya menyampaikan pesan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada Hari Pendidikan Nasional 2024 bertemakan, “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar,” bahwa lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan di Kemendikbudristek.

“Menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan kami tentang tantangan dan kesempatan yang kita miliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar,” ungkap Hasanuddin mengulangi pesan Nadiem.

Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Pada awal perjalanan, dan sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.II Marlan Pasaribu

Editor: Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya