26.5 C
Indonesia
Minggu, 3 Mei 2026

GAWAT DANA BOS DI SMA NEGERI 1 LUBUK PAKAM RAWAN DIKORUPSI MENGIGAT GAJI GURU HONORER DIBAYAR MEMAKAI UANG KOMITE

Berita Terbaru

Aktualonline.co.id//lubukpakam

Ternyata dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SMA Negeri 1 Lubuk pakam yang terletak di jalan Wahidin rawan di korupsi karena ternyata gaji honorer guru dengan rincian 40 pegawai honorer 5 pegawai tata usaha dan 1 security dengan jumlah seluruhnya 46 orang di gaji bukan memakai dana bos akan tetapi dengan mengunakan dana komite yang dikutip dari para siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut.

Hal tersebut diungkapkan sofyan lumbantobing, senin (4/9/2023) melalui telepon selulermya.” Itu gaji guru honorer bukan mengunakan dana bos akan tetapi melalui uang komite yang di kutip dari siswa.

Untuk siswa kelas 10 itu di kutip 180 ribu/ siswa sedangkan untuk kelas 11 dan 12 dikutip 150 ribu/ siswa dan jumlah kelas 10 sekitar 399 siswa dan siswi

Tentu saja, pengakuan guru fisika ini mengungkap bahwa dana bos yang dikelola oleh kepala sekolah tersebut rawan terjadi tindak pidana  korupsi karena salah satu item pemberian dana bos ke sekolah oleh pemerintah salah satunya pengajian guru honorer memakai dana bos.

Dari data yang diterima jumlah siswa dan siswi dari mulai kelas 10,11 dan 12 lebih kurang 1000 orang dengan rincian per siswa mendapat dana bos dari pemerintah sekitar 1,6 juta dengan kata lain sekolah tersebut mendapat dana bos sekitar 1,6 milyar lebih sehingga kuat dugaan dana bos tersebut diselewengkan karena gaji pegawai honorer tidak memakai dana bos tersebut

Menurut Lumban gaol mantan guru salah satu sekolah negeri di deli serdang yang sekaligus tokoh pendidikan mengakui bahwa sebenarnya kalau mau jujur saja bahwa pungutan mengatasnamakan uang komite sama sekali tidak diperbolehkan dan itu sudah melanggar karena dana bos yang disalurkan pemerintah kepada sekolah sudah cukup besar.” Bandingkan saja kalau siswanya 1000 orang berakti dana bos yang di kucurkan sekitar 1,6 milyar dan dana sebesar itu apakah kurang untu menutupi gaji pegawai honorer serta yang lainnya.” Bilangnya.

Makanya, tak heran dan bukan rahasia umum lagi kalau menjadi kepsek itu menjadi rebutan dikalangan para guru.” Ngerilah lah segala cara dilakukan agar jadi kepsek yang pastinya cuan bermain di balik itu sehingga tak heran begitu oknum kepsek itu duduk segala cara di lakukan untuk dapat balik modal dan untung sehingga tak heran pungutan dilakukan dengan memakai nama uang komite padahal diketahui komite sekolah di larang melakukan pungutan kepada anak didiknya semuanya gratis karena sudah ditanggung pemerintah akan tetapi lihat aja yang terjadi, harusnya komite yang dibentuk mewakili orang tua murid seluruhnya dan  melakukan pengawasan malah sebaliknya jadi ikut ikutan pungli dengan memungut uang komite yang nilainya nyaris sama dengan uang sekolah yang ada di sekolah swasta  .gom

Baca Selanjutnya

Berita lainnya