AKTUALONLINE.co.id MADINA ||| Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga mendistribusikan pupuk NPK Ferta 15-15-15 palsu kepada para petani. Akibatnya, belasan hektare lahan pertanian yang sempat menggunakan penyubur tanaman tersebut gagal panen.
Menurut informan yang meminta disembunyikan identitasnya tersebut, sekilas pupuk yang diberi secara gratis oleh Dinas Pertanian Kabupaten Madina tersebut tidak ada yang mencurigakan. Baik kemasan, bentuk dan warna begitu familiar membuat petani tidak menaruh curiga sedikitpun.
Kepalsuan pupuk mulai terungkap seminggu setelah ditebar. Saat itu petani yang menginginkan tanamannya tetap hijau malah kecewa karena tidak ada perubahan yang terjadi. Merasa ada yang aneh, informan menyampaikan bahwa petani sempat menguji pupuk dengan merendamnya dalam air. Hasilnya, warna pada pupuk pudar dan tampak gumpalan tanah pelan-pelan melebur menjadi lumpur.
“Ketahuannya gini, kalau satu minggu ditaruh pupuk kan masih segar tanaman itu, makin hijau entah tambah tinggi. Ini enggak, malah makin kerontang. Kemudian diteslah dengan ditaruh dalam air. Warnanya cepat kali memudar dan tampak pula pupuk yang tadi ternyata tanah,” beber informan, Senin (12/6/2023) siang.
Meski kejadian ini telah dilaporkan kepada instansi terkait, namun hingga kini belum mendapat respon serius dan informan menduga bahwa pupuk ini masih didistribusikan kepada petani. Melalui media www.aktualonline.co.id, informan meminta Pemerintah Provinsi Sumut dan pihak berwajib turun tangan menyelesaikan persoalan yang merugikan petani.
Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Madina, Siar Nasution yang dihubungi Media Aktual Grup sejak Jumat 9 Juni 2023 lalu belum memberikan konfirmasi apapun terkait tersebut. ||| Prasetiyo
