AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| ‘S’ yang merupakan istri dari ‘RS’ selaku Kepala Lingkungan (Kepling) VI Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru protes pasca suaminya dijadwalkan piket malam dengan seorang janda oleh sang lurah. Meski begitu, keluhan sang istri hingga saat ini tidak kunjung didengarkan.
Disampaikan ‘S’ kepada www.aktualonline.co.id, instruksi lurah untuk piket malam ditujukan kepada 5 orang kepling setiap malamnya. Namun, pada kenyataannya alasan tidak dapat hadir dan mendapat tugas di tempat lain menjadi alasan piket hanya dihadiri oleh dua orang saja, seperti yang dialami suaminya.
Menurut ‘S’ dengan melibatkan kepling perempuan serta memaklumi mereka piket berdua dengan kepling laki-laki menjadi persoalan baru yang dicibir oleh masyarakat sekitar. Bahkan dapat membuka celah perselingkuhan hingga perzinahan.
“Bukan saya tidak mendukung kerja suami. Tapi, kenapa harus ada janda dala piket. Kalau rame tidak apa-apa. Jangan alasan yang lain berhalangan hadir, terus suami saya sama perempuan lain dianggap wajar berdua piket di posko malam-malam. Berboncengn patroli satu kereta. Itu dilihat orang, dan sudah menjadi cibiran warga,” kesal ‘S’ sembari mendesak agar lurah memperbaiki kebijakan piket yang diberlakukan.
Sementara itu, Lurah Petisah Hulu Elkon Erwin BGN Limbong membenarkan membenarkan adanya jadwal piket melibatkan janda, yang merupakan salah seorang kepling di wilayahnya. Namun, ia membantah bahwa piket dilakukan berdua.
“Mereka tidak berduaan bang. Ada 5 orang 1 team.Kebetulan malam minggu kemaren yang kepling 2 lagi mengikuti acara kegiatan di masjid, jadi mreka foto duluan untuk laporan di lokasi posko bg,” jelas Erwin melalui pesan WhatsApp.
Lanjutny, untuk rasa keberatan ‘S’ tersebut pihaknya akan melakukan roker ke kepling lain yang bukan janda. Sebab, menurutnya kehadiran perempuan dalam tim piket akan membuat keseimbangan.
“untuk rasa keberatan dari istrinya bisa nanti diroker sama yang lain bang, tpi paling yang perempuan juga, karena kita ada 5 kepling perempuan, laki-laki 7
Jdi harus ada dalam tim itu laki-laki dan perempuan biar seimbang bang,” jelasnya. |||Â Prasetiyo
Editor : Pras
