19.4 C
Indonesia
Kamis, 18 Juli 2024

Rapat Paripurna Penyampaian Perubahan Anggaran Keuangan Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2022

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
DPRD Tulungagung menyelenggarakan rapat paripurna dengan agenda penyampaian Ranperda Perubahan APBD Tahun 2022, di Ruang Graha Wicaksana lantai dua Kantor DPRD Tulungagung, Sabtu (20/8/2022) siang.

Rapat paripurna yang dipimpin ketua DPRD kabupaten Tulungagung, Marsono, S.Sos, dihadiri Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., wakil ketua dan anggota DPRD Tulungagung, Sekda, Asisten, staf ahli, beserta jajaran kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Tulungagung, serta jajaran Direktur, Inspektur, yang mengikuti melalui jaringan teleconverence.

Dalam rapat paripurna tersebut ketua DPRD Tulungagung, Marsono SSos, juga mengumumkan, berdasarkan surat dari PKB Nomor 513/DPC-25.04/02/VIII/2022 tanggal 11 Agustus 2022, Drs H Ali Masrup dari Fraksi PKB diangkat sebagai Plt Wakil Ketua DPRD Tulungagung masa jabatan 2019-2024, “Selanjutnya akan ditetapkan dalam surat keputusan DPRD,” katanya.

Selain itu, Marsono juga mengumumkan perubahan susunan keanggotaan Fraksi Hati Nurani Bersatu DPRD Tulungagung berdasar surat dari DPC Partai Hanura Nomor 2041/DPC-TAG/HANURA/VIII/2022 tertanggal 16 Agustus 2022 tentang perpindahan anggota kelengkapan DPRD.

Ada pun perubahan susunan keanggotaan Fraksi Hati Nurani Bersatu, sebagai berikut. Ketua dijabat oleh Muti’in SE MSi, Wakil Ketua (Imam Kambali SE MSi), Sekretaris (Drs Subani Sirab) dan Bendahara (Endriyani).

Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, saat menyampaikan sambutannya menyatakan selamat pada Ali Masrup sebagai Plt Wakil Ketua DPRD Tulungagung. “Kami berharap akan semakin menambah kesolidan yang sudah terjalin antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Sedang terkait Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Tulungagung tahun 2022, Bupati Maryoto Birowo menyebut komposisinya, di sisi pendapatan yang semula Rp 2.508.713.753.391 bertambah Rp 56.445.029.282 menjadi Rp 2.565.158.782.673.

Di sisi belanja, yang semula Rp 2.666.839.183.703, bertambah Rp 653.307.761.624 menjadi Rp 3.320.146.945.327. Dan ini menyebabkan defisit setelah perubahan Rp 754.988.162.654.

Sedang di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan semula Rp 175.000.000.000 bertambah Rp 607.262.732.342 menjadi 782.262.732.342.

Di sisi pengeluaran pembiayaan, semula Rp 16.874.569.688 bertambah Rp 10.400.000.000 menjadi Rp 27.274.569.688, sehingga jumlah pembiayaan netto setelah perubahan Rp 754.988.162.654. Dan SILPA tahun berkenaan Rp 0 (nol), pungkasnya. ||| Dodik

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya