Today

Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen dan Kemiskinan 0 Persen, Menteri Dody Geber 5 Strategi Infrastruktur PU 2028

TM

AKTUALONLINE.co.id – Jakarta ||| Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menyusun peta jalan pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran (TA) 2028. Melalui Rapat Koordinasi Keterpaduan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Rakorbangwil) 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026), pemerintah mematangkan strategi besar untuk merealisasikan sasaran utama bertajuk PU608.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, perancangan program infrastruktur 2028 wajib berpatokan penuh pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sasaran PU608 ditargetkan mampu menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah angka 6, mengikis angka kemiskinan menuju 0 persen, serta menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional hingga menyentuh 8 persen pada 2029.

”Rakorbangwil ini merupakan penyelarasan program pusat dan daerah untuk TA 2028. Acuannya hanya satu, yaitu Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan sasaran utama PU608,” ujar Menteri Dody saat membuka Rakorbangwil secara daring dari lokasi penanganan bencana di Aceh.

Dody membeberkan lima strategi kunci yang disiapkan Kementerian PU:

  1. Akselerasi Asta Cita: Mempercepat ketercapaian program strategis Presiden Prabowo.
  2. Tanggap Bencana: Memperkuat kesiapsiagaan darurat dan pemulihan cepat pascabencana.
  3. Pemberdayaan Masyarakat: Melanjutkan program Instruksi Presiden (Inpres) berbasis pembangunan berkeadilan.
  4. Optimalisasi Aset: Memaksimalkan fungsi infrastruktur eksisting untuk layanan air, konektivitas jalan, dan prasarana pendidikan.
  5. Sinergi Lintas K/L: Memadukan program antarkementerian/lembaga demi efisiensi anggaran.

Intervensi 409 Kawasan Prioritas Nasional

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU Adenan Rasyid menyampaikan bahwa pada 2028 mendatang, sebanyak 409 kawasan atau lokus prioritas akan mendapatkan intervensi dukungan infrastruktur PU.

Program tersebut dialokasikan untuk mengawal Prioritas Nasional (PN), mulai dari swasembada pangan, air, dan energi; pengembangan lapangan kerja berkualitas; penyediaan prasarana SDM strategis; hilirisasi industri; pembangunan dari desa; hingga kelestarian lingkungan.

READ  Kapolri Tinjau Akselerasi Percepatan Vaksinasi di BPSDM Badan Diklat Banten

”Pembangunan tidak sekadar menghasilkan integrasi fisik, tetapi harus terukur dari dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Adenan. |||Red

Related Post