Today

‎Soal Polres Deli Serdang Dapat Jatah Iklan Gratis dari CitraLand, Masyarakat Dalu X-A Minta Polisi Netral

Warga Desa Dalu X-A lewat spanduk meminta Polres Deli Serdang netral di Sengketa Tanah Suguhan yang dibangun CitraLand. (Foto: Ist/Aktual Online)
Warga Desa Dalu X-A lewat spanduk meminta Polres Deli Serdang netral di Sengketa Tanah Suguhan yang dibangun CitraLand. (Foto: Ist/Aktual Online)

AKTUALONLINE.co.id – Deli Serdang || Jatah plang iklan layanan masyarakat gratis dari CitraLand untuk Polres Deli Serdang terus menjadi gunjingan publik.

‎Masyarakat Desa Dalu X-A sendiri, kini memasang spanduk permintaan netral terhadap Polres Deli Serdang di sisi kanan plang iklan gratis milik polisi yang diberikan CitraLand.

‎Penasehat kelompok masyarakat perjuangan Desa Dalu X-A Hardjito, Jumat (4/9/2026) sore, menerangkan bahwa didirikannya plank iklan gratis berlogo kepolisian dan CitraLand telah menunjukkan sikap keberpihakan.

‎Apalagi, dengan kasus hukum CitraLand yang masih berlanjut di Pengadilan Tinggi, dan sengketa dengan masyarakat Desa Dalu X-A pun terus bergulir, posisi iklan gratis yang diterima polisi dari pengembang hunian elite tersebut seakan-akan ingin menjadi kode tersirat bahwa mereka secara tidak langsung memberitahu berada di belakang pemilik modal.

‎”Kami tidak mempermasalahkan iklannya. Namun, iklan gratis yang diberikan CitraLand untuk polisi di tengah sengeketa belum selesai, sudah tidak betul dan cenderung tidak netral. Kami meminta aparat keamanan bersikap netral, melindungi seluruh pihak, mencegah intimidasi, serta mendorong verifikasi dokumen dan dialog terbuka,” ungkap Hardjito didampingi warga lain M. Tayip dan Usam Ali.

‎Solusi atas masalah iklan gratis dari CitraLand ini, menurut Hardjito adalah kepolisian segera mencabut plang tersebut sebagai tanda bahwa Polres Deli Serdang bersikap netral di tengah sengketa.

Sebagai pelaku sejarah dan ahli waris, Usman Ali menegaskan bahwa lahan yang dibangun CitraLand bukanlah lahan tidak bertuan atau milik PTPN, melainkan punya masyarakat. Hanya saja, bujuk rayu menyewa lahan dengan iming-iming sembako dari perusahaan perkebunan plat merah tersebut berubah menjadi perampasan.

“Saya kan kecil ikut sama orangtua saya dulu. Saya hapal betul lokasinya. Kami bertani di lokasi yang didirikan CitraLand sekarang. Dulu lahan kami disewa perkebunan, imbalannya sembako. Lama-lama orangtua kami dituduh PKI, diusir, diintimidasi,” ingatnya sejarah kelam lalu.

READ  Spanduk Protes Tanah Bangunan CitraLand Tanjung Morawa Dirusak, Masyarakat Dalu X-A: Kami Tidak Mempan Dibungkam

Saat ini, lahan milik para orangtua mereka lenyap. PTPN I Regional I mengklaimnya sebagai HGU lalu menjualnya kepada PT. Ciputra dengan kedok KSO. Sementara, tidak satupun pejabat terkait maupun koorporasi besar ini mampu adu data secara terbuka.

Kapolres Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana sendiri bungkam soal jatah plang iklan layanan masyarakat gratis yang diberikan oleh CitraLand yang didirikan di atas lahan sengketa dengan masyarakat Desa Dalu X-A.

Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Sumut Jauli Manalu mengatakan bahwa bungkamnya Kombes Pol Hendria Lesmana dinilai menjadi penekanan bahwa berdirinya ‘simbol’ aparat penegak hukum di atas tanah yang sedang diperjuangkan masyarakat Desa Dalu X-A merupakan bentuk teror psikologis.

Alih-alih menjadi penengah yang netral dalam konflik agraria, kepolisian justru terkesan masuk angin dan membiarkan instansinya dijadikan ‘tameng’ perusahaan di tengah konflik dengan masyarakat.

“Ada masyarakat sedang menuntut hak. Status hunian elite tersebut juga belum inkrah. Lalu dipancakkanlah simbol kepolisian di sana. Inikan seakan-akan teror psikologis, secara tidak langsung menyampaikan pesan bahwa kepolisian bersama pengembang, atau kepolisian jadi tameng di balik perusahaan tersebut. Padahal tidak boleh seperti itu. Masak penegak hukum tidak paham dan tidak tahu kasus CitraLand sejauh mana. Dan masak tidak ada empatinya dengan masyarakat,” terangnya, Rabu (2/9/2026) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Aktual Online, Selasa 1.September 2026, plang iklan gratis untuk polisi tersebut didirikan 31 Agustus 2026 kemarin oleh pihak CitraLand dengan posisi persis di samping spanduk protes dan tuntutan pengembalian tanah suguhan masyarakat Dalu X-A.

Sementara itu Region Head PTPN I Regional I Wispramono Budiman dan Humas Rahmad Kurniawan yang dikonfirmasi persoalan lahan suguhan 286 Ha yang mereka jual dengan modus KSO, masih belum mau memberi penjelasan.|| Prasetiyo

Related Post