Aktualonline.co.id-DsliSerdang
Usai kemelut batalnya pengesahaan P APBD Deli Serdang 2026, ternyata wajah para ” tikus tikus ” kantor yang selama ini bermain di dalam pergeseran anggaran satu persatu mulai terlihat saat melakukan konprensi pers di gedung wakil rakyat,kemarin.
Hal tersebut mereka lakukan akibat dampak paket proyek yang mereka terima dan jual harus di bayarkan kembali.
Demi itu, mau tak mau ketua DPRD Zakky Shahry di paksa di tekan habis habisan mengigat mereka bakal hancur dan di laporkan kemana mana akibat ulah mereka sendiri.” Aku dengar bang Senin (5/10/2026) paripurna pengesahaan P APBD akan dilakukan ketua sendiri .” Ungkap pria yang sehari harinya pemborong ini.
Selain itu, tekanan yang kuat dilakukan beberapa wakil rakyat tersebut justru harus di sikapi karena mereka lah yang diketahui bermain di dalam pemanfaatan pergeseran tersebut dan menekan.
Adapun beberapa wakil rakyat yang terima paket proyek tersebut di antaranya IS, AN, R,PN, NT,ANP dan kawan kawan.lainnya.
Untuk menutup permainan yang mereka lakukan para ” tikus ” ini mulai mencari cara agar masyarakat tertipu dengan memanfaatkan Anggota DPRD Deli Serdang ramai-ramai menyatakan sikap kecewa atas gagalnya pengesahan P. APBD Deli Serdang tahun anggaran 2026.
Selain menggelar konferensi pers di kantor DPRD sebagai bentuk tanggungjawab dan menjelaskan kondisi yang terjadi kepada masyarakat, Kamis (1/10/2026). Saat itu dari 50 orang anggota dewan 17 orang diantaranya hadir dihadapan awak media.
Mereka berasal dari beberapa Fraksi atau Partai Politik. Dalam pengakuannya Rakhmadsyah salah satu anggota DPRD mengatakan sudah mengumpulkan 33 orang sebagai kekuatan dan punya pandangan yang sama. Namun saat mau konferensi pers ada yang berhalangan hadir karena urusan partai, keluarga dan sedang berada di luar kota.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Deli Serdang, Antony Napitupulu yang ditunjuk sebagai juru bicara menyampaikan karena gagalnya P. APBD disahkan berakibat dan berdampak cukup besar kepada masyarakat. Dicontohkan program UHC, pembangunan dan pelayanan publik, perhatian terhadap guru mengaji dan sekolah minggu dan program lainnya ke masyarakat tidak berjalan karena membutuhkan anggaran.
Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan ketua DPRD Deli Serdang Zakky Shahry belum dapat dikonfirmasi.gom






