#Edisi37
AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Kali ini Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap mengimbau kepada masyarakat di Pasaman untuk tetap bodoh dan tetaplah mempertahankan pekerjaan menambang emas ilegal yang seperti dilakukan saat ini.
Imbauan bernada sarkasme tingkat tinggi itu dilontarkan Fahrul Rozi Harahap itu bukan tanpa alasan. Saat ini, ia melihat telah terjadi kepatuhan buta, masyarakat yang rela pasang badan demi melindungi bisnis kotor para bandit berinisial HR dan RHM, termasuk oknum anggota DPRD Sumbar.
“Ya, teruskan saja. Jadilah pelindung setia bagi HR dan RHM atau oknum DPRD Sumbar. Biarkan puluhan alat berat mereka mengoyak hulu sungai dan hutan warisan leluhur kalian. Kalian dapat upah harian yang berisiko nyawa, sementara bandit-bandit itu mengangkut miliaran rupiah. Bukankah itu sebuah kebodohan komunal yang sangat layak dipertahankan,” sindir Fahrul Rozi Harahap, Jumat (11/9/2026) siang.
Dalam kacamata Fahrul Rozi Harahap, praktik tambang emas ilegal di wilayah Pasaman sudah bukan lagi rahasia, melainkan tontonan terbuka. Praktik ini telah berevolusi menjadi kejahatan terorganisasi yang seolah kebal dari sentuhan hukum.
Dua nama yang terus-menerus disebut sebagai bandit utama, yakni HR dan RHM, diduga kuat memiliki ‘bekingan’ berlapis. Lalu, muncul lagi bandit baru oknum anggota DPRD Sumbar. Fahrul Rozi Harahap menyoroti bahwa oknum aparat hingga pemerintah daerah setempat seolah tiba-tiba terkena katarak berjamaah tiap kali deru mesin tambang emas ilegal dihidupkan.
Lebih miris lagi, masyarakat setempat justru kerap dijadikan tameng hidup oleh para pemodal. Ketika ada razia basa-basi atau penolakan dari pemerhati lingkungan, warga lokal lah yang didorong maju ke garis depan. Narasi “urusan perut” dan “mata pencaharian” selalu menjadi lagu lama yang sengaja di-remix oleh para bandit tambang tersebut untuk mencuci otak warga.|| Prasetiyo




