AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi hadir di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang (04/03/2026)
Program ini untuk membantu pemulihan pasca banjir. Mahasiswa bersama dosen turun langsung memberdayakan masyarakat melalui inovasi berdasarkan aspek sosial kemasyarakatan dan aspek produksi.
Program yang dijalankan oleh berbagai prodi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian, Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Farmasi Fakultas Farmasi dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah ini mengangkat tema “Pendampingan Kelompok Tani dalam Pemulihan Dampak Bencana di Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026
Sekretaris Desa Lubuk Sidup, Ibu Mariana menyampaikan apresiasi atas program tersebut.
“Kami masyarakat Lubuk Sidup mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kemendiktisaintek dan Mahasiswa pada Program Mahasiswa Berdampak yang telah hadir di desa kami. Program Mahasiswa Berdampak ini sangat membantu.
Program ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan lumpur pasca banjir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Batako direncanakan digunakan untuk pembangunan rumah warga untuk mengurangi biaya pembelian material bangunan
Limbah lumpur merupakan sisa peroses sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai atau bedungan yang mana akan dapat menimbulkan permasalahan yang sangat besar, seperti banjir pada musun penghujan di karenakan debit air meningkat dan kekringan di musin kemarau.
Oleh karena itu, diperlukannya pengolahan limbah lumpur menjadi produk yang bernilai ekonomis yaitu batu bata. Bukan hanya produk batu bata yang bisa dihasilkan karena memiliki kekerasan dan ketahanan dan tanpa proses pembakar tapi juga dapat di buat pentilasi udara, pavin belok dan vas bunga.
Kehadiran mahasiswa dapat membantu meringankan biaya renovasi rumah warga. Kegiatan ini dilakulkan dengan mengambil lumpur hasil sedimen banjir yang kering, kemudian dicampur dengan semen dan pasir sebagai pengikat untuk menambah kekuatan batako sehingga memiliki ketahanan yang baik dan dapat digunakan kembali oleh warga untuk memperbaiki rumah atau bangunan yang rusak akibat banjir.
Kegiatan ini sangat membantu dalam pemulihan pascabencana secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Program Mahasiswa Berdampak diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang mampu mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.
Alur kerja dalam pembuatan produk batu-bata yang pertama yaitu mengumpulkan limbah lumpur yang ada di wilayah banjir, kemudian melakukan penjemuran selama 3 hingga 6 hari. Setelah kering, lumpur di ayak untuk menghilangkan kerikil yang ada pada lumpur, lalu mencampur bahan-bahan dasar yag terdiri dari; lumpur sebanyak 2 ember;; semen 2 ember; pasir 1 ember. Setelah itu, diaduk hingga tercampur merata, setelah tercampur merata kemudian di tambahkan air secukupnya.
Adonan batu-bata yang sudah tercampur kemudian langsung masukan ke cetakan. Setelah di cetak tunggu 3 hingga 6 hari pengeringan baru bisa terpakai. Dalam pengolahan lumpur menjadi batu bata di Desa Lubuk Sidup sudah sangat baik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sebelum melakukan pengolahan 2 hari sebelumnya lumpur sudah mulai dikeringkan. Bahan-bahan baku pembuatan batu bata harus disiapkan sehari sebelum proses pengolahan.
Terimakasih kami sampaikan kepada masyarakat Lubuk Sidup, Kepala Dusun Lubuk Sidup dan Ibu dan Bapak perangkat kerja Desa Lubuk Sidup yang sudah membantu dalam pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan endapan lumpur menjadi produk bernilai ekonomis di Desa Lubuk Sidup Pasca Banjir.
Sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan semestinya tanpa banyak hambatan. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Tim Dosen pelaksana yang telah menberikan dukungan dan masukan terhadap produk batako yang kami hasilkan. Serta pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan LPIM yang telah mempercayai kami untuk melaksanakan kegiatan Program Mahasiswa Berdampak di Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang..||| Zul
Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)




