Today

Mahasiswa Berdampak UMN Al-Washliyah Laksanakan Kegiatan Pembibitan Budidaya Tanaman Jagung dan Hortikultura di Desa Lubuk Sidup

Zul Aktual

BERDAMPAK: Program Mahasiswa Berdampak UMN Al-Washliyah di Desa Lubuk Sidup Aceh Tamiang. (10/02/2026).(Foto/Ist)

AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir 2025, tidak hanya datang dari pemerintah daerah dan relawan kemanusiaan. Mahasiswa juga turut hadir ke wilayah terdampak, membawa teknologi dan inovasi tepat guna.

Mahasiswa UMN Al Washliyah dalam Program Mahasiswa Berdampak Melaksanakan Kegiatan Pembibitan dan Budidaya Tanaman Jagung dan Hortikultura. Mahasiswa melakukan pembibitan dan penanaman berbagai jenis sayuran, seperti bayam, sawi, kangkung, cabai, dan tanaman obat untuk mendukung kebutuhan harian masyarakat serta memberikan edukasi cara mendapatkan bibit unggul dan membagikannya kepada masyarakat atau kelompok tani. Edukasi ini dilakukan dengan memberikan pemahaman teknik penanaman tanaman hortikutura yang benar dari jarak tanam, perawatan, varietas unggul hingga panen. Mahasiswa juga mengedukasi masyarakat dalam mengolah lahan tidur menjadi produktif dengan menanam jagung

Melalui Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tim mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah menghadirkan berbagai inovasi pemulihan berbasis agroekologi, sociopreneurship, serta konseling trauma bagi masyarakat terdampak banjir bandang, di Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Selasa (10/2/2026).

Ketua tim pelaksana program sekaligus Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah, Leni Handayani menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam program pemulihan tersebut.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 bulan mulai bulan Februari hingga Maret 2026, di mana mahasiswa bersama masyarakat melakukan persiapan lahan serta menanam berbagai komoditas hortikultura seperti bayam, sawi, kangkung, dan jagung. Salah satu mahasiswa peserta program, Andika, menjelaskan bahwa perubahan karakter tanah menjadi tantangan utama bagi masyarakat setempat.

“Akibat banjir, tanah di Lubuk Sidup menjadi lebih berpasir sehingga masyarakat belum yakin apakah tanaman seperti bayam, sawi, atau kangkung bisa tumbuh di sana. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan teknik yang tepat, tanah berpasir tetap bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman,” ujar Leni Handayani.

READ  BTN Berperan Aktif Dukung Danantara Bangun Huntara Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Program Mahasiswa Berdampak ini juga mencakup edukasi terkait sociopreneurship untuk membantu masyarakat membangkitkan kembali aktivitas ekonomi setelah bencana. Warga dilatih membuat produk olahan makanan serta mempelajari cara memasarkan produk melalui media sosial.
Selain aspek ekonomi dan pertanian, mahasiswa dari program studi Bimbingan Konseling turut memberikan sosialisasi terkait pengelolaan trauma yang masih dirasakan sebagian masyarakat setelah banjir bandang.
Salah satu warga Desa Lubuk Sidup, Abdul Hakim, mengaku program tersebut membantu masyarakat melihat kembali peluang untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya terdampak banjir bandang.
“Sebelum banjir, sebagian besar warga menggantungkan hidup dari pertanian. Ada juga yang beternak kambing dan kolam yang siap panen bernilai puluhan juta, semuanya hanyut saat banjir,” kata Hakim

Hakim mengaku bersyukur atas kehadiran mahasiswa dan dosen yang membantu masyarakat mulai bangkit kembali. Menurutnya, banyak hal seperti pengetahuan jenis tanah, menanam sayur, membuat pupuk, hingga mengembangkan kemampuan lain seperti pembuatan media tanam menjadi sangat bermanfaat dalam keseharian mereka.

“Kami bisa berkumpul, belajar bersama, dan mulai mencoba berjualan lagi. Kami berharap pendampingan seperti ini bisa terus berlanjut agar lahan di sini bisa kembali diolah dalam skala yang lebih besar,” ujar Hakim.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, Kemdiktisaintek terus mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya transformasi pendidikan tinggi agar kampus tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat.

Tim Mahasiswa Berdampak melaksanakan kegiatan pembibitan dan budidaya Tanaman Jagung dan Hortikultura yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026. Melalui kegiatan budidaya tanaman mahasiswa turut membantu masyarakat desa sebagai wujud nyata pengabdian dan keperdulian dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir. Kehadiran mahasiswa dapat membantu memberikan pendampingan dalam mengembangkan pertanian organik dan budidaya tanaman hortikultura melalui pelatihan kepada kelompok tani Lubuk Madu Sembilan.

READ  Bupati Aceh Tamiang Dukung Penuh Pembangunan Pusat Pelatihan Komoditas Lestari

Mahasiswa UMN Al Washliyah merancang wisata edukasi yang mencakup pembibitan untuk meningkatkan potensi desa sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui hasil budidaya, pemulihan ekosistem melalui penanaman bibit sehingga dapat terwujud kemandirian pangan di desa Lubuk Sidup.||| Zul

 

Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)

Related Post