20.7 C
Indonesia
Senin, 27 April 2026

Puasa Kelima, Satpol PP Pancing Duel Kelompok Tani di Lahan yang Diklaim Lokasi Sport Centre

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id MEDAN ||| Hari kelima puasa, puluhan personil Satpol PP Deli Serdang sengaja memancing duel hingga terjadi kontak fisik dengan para anggota kelompok tani Sejahtera Deli Bersatu di lahan yang diklaim sebagai lokasi sport centre oleh Pemprov Sumut. Akibatnya, beberapa dari pejuang agrikultur tersebut terluka dan diantaranya batal puasa.

Senin (27/3/2023) siang, tampak alat berat sudah mulai beraktivitas. Operator beserta timnya melakukan pematangan lahan di areal gapura sport centre yang harusnya sudah kelar sejak lama. Setelah itu, excavator mengarah ke areal tanah milik kelompok tani diiringi oleh puluhan Satpol PP.

Melihat hal itu, anggota kelompok tani langsung menyetop rombongan tersebut sembari menanyakan surat tugas mereka, dan menerangkan bahwa tanah yang diklaim sebagai sport centre masih berperkara di PN Lubuk Pakam karena SK 10 tidak bisa diterima sebagai keabsahan kepemilikan serta dasar menjual tanah oleh PTPN II.

Namun, para petugas Satpol PP itu tidak menggubris ajakan dialog tersebut. Mereka meringsek barisan kelompok tani dengan kontak fisik demi mempermudah laju mesin beko yang ingin mematangkan lahan. Alhasil, adu tenaga tidak bisa dihindarikan lagi dan keributan pecah.

“Kami menanyakan mana surat tugas mereka serta bertanya apa dasar kepemilikan tanah sport centre. Kami jelaskan, tapi mereka seperti robot penghancur. Mereka maju tidak peduli seperti apa kondisi masyarakat saat itu. Dorong, tarik remas, cakar, tendang. Main ribak saja,” cerita Mami selaku Ketua Kelompok Tani, tentang bentrok yang mereka alami.

Mami dan seluruh anggota kelompok tani sendiri sangat menyesalkan tindakan Pemrov Sumut yang hanya mengandalkan kekuatan fisik dan mengesampingkan dialog. Bahkan, paha kanannya turut mejadi sasaran empuk tendangan oknum Satpol PP laki-laki, hingga meninggalkan tanda tapak sepatu di celana jeans hitamnya. Muka memerah, mata berair, badan mulai lemas. Setelah sakit, tentu puasa juga tidak bisa ditahan lagi.

Sementara itu, Kepala Sub Koordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional Satpol PP Deli Serdang, Agus Supriyanto yang mengomandoi pasukan Pol PP tidak mau mengedepankan tindakan persuasif, malah menunjukkan kegarangannya pada kelompok tani serta terus memanfaatkan kesempatan agar kelompok tani emosi dan mundur.

“Katanya perintah bang, tapi surat perintah tidak ada ditunjukkan. Bahkan, tidak mau berbicara baik-baik. Ini ada apa. Tentu kami tambah curiga. Mungkinkah sengaja menutupi kekurangan Pemprov Sumut, Dispora Sumut yang tidak memiliki alas hak dan mengatasnamakan rakyat, kepentingan PON 2024, kami diusir. Kami tegaskan sekali lagi, ini bukan tanah HGU atau tanah eks HGU. Jangan bohongi publik,” tegas Pahala Napitupulu selaku Sekretaris Kelompok Tani Sejahtera Deli Bersatu.

Melihat situasi tidak kondusif lagi, para anggota kelompok tani akhirnya mengalah. Karena telah hilang tempat tinggal dan terganggunya matapencaharian, mereka kemudian melakukan aksi tutup separuh lajur menuju bandara kualanamu dan memohon bantuan pangan kepada para pengendara yang melintas.

“Kami tidak bisa menahan anggota turun ke jalan. Sampai berapa lama pun tidak tahu. Karena rumah kami sudah dihancurkan. Kami terus merasakan ancaman untuk bertahan hidup. Ngandalin pasukan banyak, Pemprov Sumut, Dispora Sumut yang tidak punya alas hak saja bisa berbuat seperti ini sama kami, terus kami mau ngadu sama siapa. Mohon pemerintah pusat tolong kami. Kami dizholimi,” harap Pahala. ||| Prasetiyo.

 

 

Editor : Pras

Baca Selanjutnya

Berita lainnya