Today

Tancap Gas di Sektor Maritim: Indonesia-Yunani Gelar JCEC Perdana, Incar I-EU CEPA hingga Sister City Denpasar-Piraeus

Aishila

AKTUALONLINE.co.id–  Jakarta  ||| Indonesia dan Yunani resmi membuka babak baru dalam peta kerja sama ekonomi global. Memanfaatkan status sama-sama sebagai raksasa negara kepulauan, kedua negara sepakat menggeber sinergi strategis dengan fokus utama pada penguatan konektivitas maritim, akselerasi perdagangan, dan perluasan investasi.

Komitmen bersejarah itu dikunci dalam gelaran perdana Joint Committee on Economic Cooperation (JCEC) Indonesia-Yunani di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Forum tingkat tinggi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno dan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Theoharis Theoharis.

Bagi Indonesia, Yunani bukan sekadar mitra biasa di Benua Biru, melainkan aktor kunci di industri pelayaran internasional. Karena itu, porsi kerja sama maritim mendapat sorotan paling tebal—mulai dari integrasi jalur pelayaran, pengembangan infrastruktur pelabuhan, industri perkapalan, hingga peningkatan mutu SDM pelaut.

“Indonesia dan Yunani memiliki keunggulan maritim yang saling melengkapi. Kami juga punya kepentingan bersama menjaga kebebasan navigasi berbasis hukum internasional,” ujar Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno, seperti yang dikutip Aktual Online, Kamis (15/10/2026) dari laman www.kemenlu.go.id.

Menurut Havas, potensi kolaborasi di lini logistik maritim hingga perkapalan ini bakal menjadi mesin penggerak baru untuk memacu volume perdagangan kedua negara.

Tak hanya isu kemaritiman, forum JCEC turut menegaskan dorongan kuat kedua pihak atas percepatan finalisasi dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perjanjian ini diyakini bakal menjadi ‘kunci pembuka’ tarif dan barir perdagangan, sehingga produk ekspor Indonesia bisa lebih leluasa menembus pasar Eropa, khususnya Yunani.

Sektor prioritas lain yang dibidik meliputi agribisnis, pariwisata, kebudayaan, ekonomi hijau, hingga transisi energi terbarukan.

Langkah konkret dari pertemuan ini langsung membuahkan hasil nyata. Kedua Wamenlu menyaksikan penuntasan tahapan akhir penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Sister City antara Pemerintah Kota Denpasar dan Kota Piraeus. Kemitraan dua kota pesisir ternama ini diproyeksikan memacu kolaborasi teknis di bidang transportasi air, pariwisata bahari, dan kemaritiman.

READ  Pria Bergelar S2 Nekat Rampok Toko Emas di Depok, Terlilit Pinjol dan Menganggur 3 Tahun

Sektor korporasi tak mau ketinggalan. Usai agenda utama JCEC, digelar sesi Briefing on Business Opportunities yang menampilkan dua BUMN papan atas Indonesia: PT Pelindo dan PT Pertamina International Shipping (PIS). Di hadapan delegasi bisnis Yunani, kedua BUMN memaparkan peta kekuatan logistik nasional seraya menjajaki kongsi bisnis strategis.

Rangkaian diplomasi ekonomi ini kian berbobot lantaran diboyongnya pengusaha top Yunani ke arena Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Delegasi negeri para dewa tersebut dijadwalkan meneken serangkaian kesepakatan bisnis (business matching) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia serta Indonesian National Shipowners’ Association (INSA).

Lewat debut JCEC ini, ikatan historis Indonesia dan Yunani kini resmi ditransformasikan menjadi kerja sama konkret yang terukur demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. ||| Red

Related Post