Today

Pengelolaan Dana Haji Digenjot: Wamenkeu Dorong Pemanfaatan AI hingga Ekosistem Bisnis RI-Arab Saudi

Aishila

AKTUALONLINE.co.id Jakarta ||| Pengelolaan dana haji dituntut tak sekadar aman, tetapi juga makin adaptif dan bernilai tambah. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan pentingnya memperkuat tata kelola yang tepercaya serta meluncurkan inovasi demi menjaga keutuhan sekaligus keberlanjutan dana milik jutaan umat tersebut.

Pesan krusial itu ditegaskan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung saat membuka ajang The 8th International Hajj Fund Forum 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10/2026), seperti yang dikutip Aktual Online, dari laman www.kemenkeu.go.id.

Dalam forum tingkat internasional tersebut, Wamenkeu mengingatkan bahwa dana haji bukan sebatas angka atau aset keuangan di atas kertas. Di dalamnya melekat amanah suci calon jemaah yang telah menabung dan menyisihkan penghasilan selama bertahun-tahun.

“Kepercayaan adalah aset terbesar kita, dan menjaganya merupakan tanggung jawab utama kita. Tata kelola mengingatkan kita bahwa kepercayaan harus diraih setiap hari,” tegas Juda Agung di hadapan para pemangku kepentingan keuangan syariah global.

Guna menjawab tantangan zaman, Kemenkeu mendorong instrumen pengelolaan dana haji agar mulai mengadopsi teknologi modern. Pemanfaatan data analytics hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai vital untuk mendeteksi transaksi tidak wajar sejak dini, memitigasi risiko investasi, serta mendongkrak transparansi layanan.

Kendati begitu, Juda memberi catatan tebal bahwa modernisasi digital tersebut wajib dibentengi sistem keamanan siber yang tangguh, perlindungan data pribadi, dan kontrol akuntabilitas manusia (human oversight).

Tak berhenti pada tata kelola internal, Wamenkeu juga membidik potensi besar dari integrasi ekosistem ekonomi haji. Indonesia didorong mengambil peran lebih dominan melalui kerja sama strategis dengan Arab Saudi maupun negara-negara muslim lainnya.

Peluang ekspansi bisnis tersebut mencakup rantai pasok industri akomodasi, transportasi, layanan katering halal, logistik, fasilitas kesehatan, hingga platform digital bagi jemaah.

READ  Cetak Pemimpin Masa Depan, Dua Pejabat BKN Ikuti Pelatihan Kepemimpinan

Melalui penguatan kolaborasi internasional dan profesionalisme investasi, pemerintah optimistis dana haji nasional tak hanya aman dari risiko global, tetapi juga mampu memberikan imbal hasil yang optimal bagi jemaah masa kini maupun generasi mendatang. ||| Red

Related Post