AKTUALONLINE.co.id – Jakarta ||| Komitmen memperkuat ekosistem pendidikan Islam nasional terus dimatangkan. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) resmi menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk merajut sinergi strategis. Fokus utamanya: pembenahan tata kelola, integrasi data berbasis sistem digital, hingga penguatan Tri Dharma Pesantren.
Kesepakatan tersebut mengemuka saat jajaran Ditjen Pesantren Kemenag menyambangi Gedung PP Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2026). Kedatangan Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said disambut hangat Ketua PP Muhammadiyah M. Saad Ibrahim serta Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) PP Muhammadiyah Masykuri.
Dirjen Pesantren Kemenag Basnang Said menegaskan, negara berkomitmen hadir membina seluruh pesantren tanpa memandang latar belakang organisasi kemasyarakatan (ormas). Salah satu langkah krusial yang digenjot adalah validasi data lembaga pendidikan melalui Education Management Information System (EMIS) berbasis by name by address (BNBA).
“Validasi dan integrasi data kelembagaan ini sangat vital. Kami ingin memastikan setiap kebijakan pembinaan, fasilitasi, hingga program afirmasi dari pemerintah benar-benar tepat sasaran,” tegas Basnang di sela-sela pertemuan, seperti yang dikutip Aktual Online, Kamis (15/10/2026) dari laman www.kemenag.go.id.
Menurutnya, pesantren dan satuan pendidikan keagamaan di bawah naungan Muhammadiyah merupakan pilar penting dalam panggung pendidikan Islam tanah air. “Karena itu, koordinasi dan kolaborasi berkelanjutan menjadi kunci,” imbuhnya.
Tak hanya soal tata kelola dan pendataan, kolaborasi ini juga menyasar momentum historis Hari Santri. Basnang memproyeksikan peringatan Hari Santri sebagai panggung kebangsaan yang inklusif, bukan milik satu kelompok semata.
“Hari Santri adalah momentum merawat kontribusi kolektif seluruh elemen Islam. Mulai dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al Washliyah, Persis, hingga ormas lainnya,” jelas Basnang.
Di sisi lain, Kemenag dan LP2M PP Muhammadiyah sepakat mengoptimalkan Tri Dharma Pesantren—meliputi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Mengawinkan kedalaman tradisi keilmuan Islam (nushush) dengan keunggulan sains serta teknologi modern menjadi muara dari kerja sama ini.
Langkah Kemenag tersebut direspons positif oleh pimpinan persyarikatan. Ketua PP Muhammadiyah M. Saad Ibrahim mengapresiasi terobosan Ditjen Pesantren yang dinilainya responsif terhadap kebutuhan lapangan.
“Muhammadiyah selalu menekankan pentingnya merawat kebersamaan antarorganisasi Islam. Ini demi memperluas kemaslahatan umat dan menguatkan kontribusi pendidikan bagi bangsa,” tutur Saad.
Senada, Ketua LP2M PP Muhammadiyah Dr. Masykuri menilai sintesis antara ilmu agama dan pengetahuan umum adalah kebutuhan mutlak era sekarang. “Model pendidikan Islam harus berakar kuat pada nilai keagamaan, namun tetap terbuka dan adaptif terhadap kemajuan sains,” terangnya.
Pertemuan hangat tersebut dipungkas dengan penyerahan cenderamata berupa buku-buku terbitan Ditjen Pesantren Kemenag—sebuah simbolisasi penguatan literasi untuk mendorong kemajuan pesantren di Indonesia. |||Red






