AKTUALONLINE.co.id–Jakarta ||| Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan pentingnya menjaga toleransi dan membangun lingkungan belajar yang inklusif tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun asal daerah. Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Jakarta di Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026) malam.
Di hadapan para siswa, Mensos memperkenalkan Jesse dan Latifah, dua murid berbeda keyakinan yang menjalin persahabatan erat di lingkungan sekolah. Tak hanya itu, kehadiran Libo, siswa asal Papua yang disambut hangat oleh rekan-rekannya, turut menjadi contoh nyata keharmonisan di SRT 4 Jakarta.
“Jesse ini non-muslim, Latifah muslim, tapi akrab seperti saudara, tidak ada perbedaan. Anak-anakku sekarang ini kumpul di sini macam-macam latar belakangnya, tapi kita semua ini adalah saudara satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,” ujar Gus Ipul disambut tepuk tangan riuh para siswa, , seperti yang dikutip Aktual Online, Senin (12/10/2026) dari laman www. kemensos.go.id.
Tegas Larang Akses Perundungan
Gus Ipul mengingatkan bahwa tindakan perundungan (bullying) kerap berawal dari hal-hal sepele, seperti ejekan fisik maupun perbedaan latar belakang. Ia meminta seluruh murid tidak membiarkan kebiasaan buruk tersebut berkembang di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Jangan ada yang mem-bully temannya gara-gara beda kulit, gara-gara beda agama. Tidak boleh, tidak baik, dan itu merugikan masa depan kita semua. Jangan suka meledek temannya, bisa jadi yang dihina lebih baik daripada yang menghina,” tegasnya.
Sebagai sekolah berasrama, Kementerian Sosial terus memperketat pengawasan dan evaluasi berkala di seluruh jaringan Sekolah Rakyat guna mencegah perundungan, kekerasan fisik dan seksual, hingga potensi intoleransi.
Pendidikan karakter juga diselaraskan melalui peran wali asuh serta wali asrama yang mendampingi kehidupan harian para siswa, sehingga mampu membentuk kepribadian murid yang ramah, bertoleransi tinggi, dan saling menghargai.
“Monitoring evaluasi terus dilakukan, mulai dari pencegahan hingga penyediaan mekanisme mitigasi jika timbul persoalan yang membutuhkan solusi cepat,” pungkas Gus Ipul.|||Red






