AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah melaksanakan Kegiatan Gotong Royong Membangun Musholla dan Tempat Pengajian Warga Desa Lubuk Sidup yang dilaksanakan pada Jum’at, 13 Februari 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut membantu masyarakat desa sebagai wujud nyata pengabdian dan keperdulian dalam mendukung kegiatan sosial keagamaan. Kehadiran mahasiswa sangat membantu warga masyarakat Desa Lubuk Sidup untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Mushola. Pembangunan ini merupakan inisiatif warga untuk menyediakan sarana ibadah yang layak dan dapat digunakan bersama. Kebutuhan pembangunan mushola muncul karena selama ini kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, pengajian, serta kegiatan TPA, masih dilaksanakandi mesjid yang jauh dari pemukiman warga yang tinggal di tenda-tenda darurat yang di sediakan BPBN. Dalam musyawarah warga yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat RT, pemuda, dan mahasiswa, disepakati bahwa pembangunan dilakukan secara swadaya dengan dukungan donatur lokal yang berasal dari Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan dana dan tenaga. Kendala cuaca serta keterbatasan anggaran tidak menghambat antusiasme warga. Progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen, dan diharapkan sebelum bu;an Ramadhan Mushola telah selesai pengerjaannya. Keberadaan mushola tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan masyarakat
Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pembangunan Mushola secara bersama – sama yang berlokasi di Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan fasilitas ibadah pascabencana sekaligus wujud pengabdian mahasiswa UMN Al Washliyah kepada masyarakat.
Pembangunan Mushola dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah, perangkat desa, serta warga sekitar. Fokus kegiatan meliputi pembuatan bangunan mushola serta pembenahan lingkungan sekitar agar dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh masyarakat dan di upayakan dapat selesai menjelang awal puasa agar mushola dapat digunakan untuk sholat wajib dan sholat tarawih
Kegiatan ini tidak terlepas dari rangkaian aksi kemanusiaan mahasiswa UMN Al Washliyah melalui program mahasiswa berdampak yang hadir di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang untuk mendukung penanganan dampak bencana. Kehadiran mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah menjadi bagian penting dalam memperkuat proses pemulihan sosial dan fasilitas publik, khususnya tempat ibadah yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.
Ketua pelaksana program mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah, Dr. Leni Handayani, SP, MSi., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemulihan merupakan bentuk nyata implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Tim Mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah tidak hanya belajar di tengah masyarakat, tetapi juga hadir memberikan kontribusi langsung dalam proses pemulihan pascabencana. Kolaborasi dengan warga menjadi kekuatan utama dalam membangun kembali fasilitas sosial dan ibadah,” ujarnya.
Selain kegiatan pembangunan, sebagai bagian dari dukungan keberlanjutan pemulihan, UMN Al Washliyah juga menyerahkan bantuan perlengkapan sholat bagi pria. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan ibadah warga masyarakat desa Lubuk Sidup
Dengan dibangunnya Mushola , masyarakat Desa Lubuk Sidup diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas ibadah dan sosial secara normal. Melalui kegiatan mahasiswa berdampak ini, UMN Al Washliyah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam mendampingi masyarakat Aceh, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga memberikan beasiswa kuliah bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke UMN Al Washliyah.
Mushola Desa Lubuk Sidup merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan yang baru dibangun secara gotong royong. Dalam aksi gotong royong tersebut, mahasiswa dan warga bahu-membahu menyediakan bahan material dalam pemasangan batu dan akses jalan. Pembiayaan pembangunan mushola di Desa Lubuk Sidup berasal dari Donatur pengajian yang berdomisili Kuala Simpang. Selama ini Desa Lubuk Sidup memiliki hanya 1 Mesjid yang masih berdiri kokoh meskipun terjadi bencana banjir dan wilayahnya jauh dari sebagian warga yang menempati hunian sementara
Sandi salah satu Perwakilan Tim Mahasiswa Berdampak UMN Al Washliyah menyampaikan selain melakukan pembangunan mushola, para mahasiswa memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi dan mendengar pengalaman warga terkait peran mushola dalam kehidupan sosial masyarakat. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam merawat fasilitas publik. ||| Zul
Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)




