AKTUALONLINE.co.id ACEH TAMIANG |||
Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan Pupuk Organik cair (POC) sebagai solusi pertanian ramah lingkungan dan pengelolaan limbah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi keterganjungan petani pada pupuk kimia mahal dan pemanfaatan sampah organik dan limbah ternak menjadi pupuk bernilai guna. POC dapat membantu memperbaiki struktur tanag, mengemburkannya dan memudahkan perakaran tanaman yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026.
Melalui kegiatan pelatihan ini, mahasiswa turut membantu masyarakat desa sebagai wujud nyata pengabdian dan keperdulian dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir. Kehadiran mahasiswa dapat membantu mengedukasi dengan pelatihan secara langsung (demontrasi) kepada warga/petani mengenai teknik fermentasi yang mudah dan murah.
Dampak positif dari kegiatan ini adalah secara ekonomis dapat meningkatkan hasil panen (khususnya sayuran) dan mengurangi biaya beli pupuk kimia serta mengurangi penumpukan sampah organik di desa dan mencegah pencemaran kimia serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola lingkungan bersih dan dapat mengurangi biaya beli pupuk kimia serta mengurangi penumpukan sampah organik di desa dan mencegah pencemaran kimia
Di Desa Lubuk Sidup Kabupaten Aceh Tamiang, tim mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah terlihat sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat POC. Air cucian beras yang biasanya dibuang begitu saja kini dikumpulkan dalam wadah besar. “Kami melihat potensi besar dalam limbah organik seperti sisa sayur dan buah yang mengandung berbagai nutrisi penting bagi tanaman,” ujar Nabila, salah satu anggota tim mahasiswa berdampak.
Proses pembuatan POC dari limbah pertanian cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Pertama, sisa sayuran dan buah yang telah dicacah dimasukan ke dalam wadah fermentasi dan ditambahkan dengan mikroorganisme efektif (EM4) atau molase (tetes tebuh).
“Fermentasi ini penting untuk menguraikan bahan organik dan meningkatkan kandungan nutrisinya,” jelas Nabila, mahasiswa Fakultas Pertanian yang terlibat dalam program ini. Setelah melalui proses fermentasi selama 7 hingga 14 hari, cairan tersebut disaring dan siap digunakan sebagai pupuk cair.
Beberapa petani di desa ini yang sudah merasakan manfaat dari penggunaan POC ini. Namun, masih banyak petani yang meragukan keunggulan POC karena belum melihat hasilnya secara nyata di lapangan. Salah satu petani mengungkapkan bahwa para perani di Desa Lubuk Sidup masih mengunggulkan pupuk kimia karena menghasilkan panen yang lebih cepat. Karena hal ini, tanah yang ditanami hortikultura akan ketergantungan pupuk kimia.
Tidak hanya bermanfaat bagi tanaman, inovasi ini juga membantu mengurangi limbah rumah tangga. Limbah sayuran dan buah yang biasanya dibuang kini memiliki nilai tambah. Dengan biaya yang sangat rendah, para petani dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berbahaya bagi lingkungan.
Selain membuat POC, mahasiswa berdampak UMN Al Washliyahj juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan. Melalui berbagai edukasi dan sosialisasi, mereka mengajarkan cara-cara sederhana untuk membuat POC dari limbah pertanian. “Kami berharap ilmu yang kami bagikan dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Nabila.
Melihat dampak positif dari program ini, mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah berharap inisiatif ini dapat diadopsi oleh lebih banyak komunitas di seluruh Indonesia. Mereka juga berencana untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan efektivitas POC dari limbah pertanian. Para mahasiswa ingin berkontribusi nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi limbah.
Dengan inovasi sederhana namun berharga ini, mahasiswa berdampak UMN Al Washliyah telah membuktikan bahwa limbah rumah tangga bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Mereka telah membuka jalan bagi praktik pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan, serta memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi demi masa depan yang lebih hijau.||| Zul
Editor : Zul
Sumber : Leni Handayani (Dosen Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah)




