Aktualonline.co.id – DeliSerdang
Walau di panggil pihak tipiter Polresta Deli Serdang Farida Purba ternyata membawa satu tas berisi kasus dugaan korupsi dan pungli ke Polresta Deli Serdang, Selasa (10/2/2026) siang dengan penuh percaya diri bahwa kebenaran akan mencari jalannya sendiri.
Kedatangan bidan tersebut dengan memakai kemeja putih serta membawa satu tas berisi berkas tepat sekitar pukul 14:30 wib .
Usai menghadap piket jaga, ibu bhayangkari ini di persilahkan ke lantai dua untuk menemui juru periksa bermarga Ginting dan Manalu.
Dihadapan kedua penyidik itu, bidan tersebut diperiksa dengan 18 pertanyaan seputaran video yang viral di dunia Maya dengan lugas hingga membuat juru periksa ini terkagum kagum dengan bertanggung jawab .” Saya sudah laporkan kasus dugaan korupsi yang terjadi di puskesmas termaksud kasus korupsi dana BOK (bantuan operasional kesehatan), Jaspel (jasa pelayanan) serta dana Covid 19 ke pihak kejati Sumut, poldasu, Polresta Deli Serdang dan Kejari aka tetapi hingga kini kasus tersebut hilang tanpa tindak lanjutnya.
Mendengar hal itu,oknum juru periksa (juper) hanya bisa terdiam dan kaget mendengarkan hal itu karena ternyata oknum bidan membawa seluruh bukti laporannya ini..” Saya siap beberkan hal ini akan tetapi hukum di Republik ini hanya tajam di bawah sedangkan tumpul di atas dan akan tetapi berjuang hingga kasus ini dapat di ungkap.” Sebutnya
Usai memeriksa ibu bhayangkara tersebut selama 2,5 jam terkait video viral miliknya, selanjutnya oknum bidan ini dipersilahkan untuk pulang.” Saya maaf aja gak akan mau berdamai selama kasus ini belum di ungkap dan saya yakin bahwa masih ada lembaga hukum yang bersih sehingga kasus ini bisa terang benderang .” Ucapnya.
Namun hingga berita ini diturunkan berkali kali aktual online.co.id melakukan konfirmasi kepada kasat Reskrim Polresta Deli Serdang AKP Stefanus Arantes Ansanay SIK dikonfimasi tidak kunjung menjawab baik melalui pesan whatsapp maupun telepon. Seluler
Menanggapi hal itu Jauli Manalu SH mengakui harusnya kasus dugaan pungli maupun korupsi yang diucapkan PNS ini harusnya segera di usut tuntas karena adanya informasi akurat dari orang dalam bukan malah sebaliknya oknum ASN ini di kriminalisasi dan seakan akan ada dugaan permainan antara penegak hukum sama dinas kesehatan Deli Serdang.” Ini harusnya menjadi atensi penegak hukum karena ada informasi akurat malah tak direspon dan sebaliknya orang tersebut malah di laporkan karena membuka aib orang itu.” Ungkapnya
Jadi kita minta kejagung maupun KPK agar segera menindaklanjuti laporan oknum ASN ini mengigat Marwah penegak hukum menjadi taruhannya da kita tunggu langkah selanjutnya apakah penegak hukum berani melakukan pemeriksaan atau sebaliknya dan kita yakin masih ada keadilan di Republik ini karena komitmen president RI bapak Prabowo Subianto membongkar dan menangkap orang orang yang melakukan pungli maupun korupsi di Negara ini.gom
