20.2 C
Indonesia
Sabtu, 2 Mei 2026

Kapolda Sumbar Jangan Tunggu Ditegur Kapolri, Aktivis: Tangkap Pemilik Tambang Ilegal di Pasaman dan Periksa Roni Irawan Soal Pengancaman

Berita Terbaru

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dengan latar belakang Potret aktivitas tambang emas ilegal di Pasaman. (Foto: Tim Aktual Online)

 

 

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Aktivis Fahrul Rozi Harahap mengingatkan agar Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Gatot Tri Suryanta segera menangkap orang-orang rakus yang menjadi pelaku, baik pemilik maupun pekerja tambang ilegal di Pasaman, sebelum ditegur Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Putra Daerah Pasaman ini, kasus tambang emas ilegal telah menjadi masalah serius dan terungkap setelah nenek Saudah buka suara atas percobaan pembunuhan yang dialami karena menolak kegiatan haram tersebut masuk ke lahan miliknya.

“Pekan depan tanggal 14 Januari 2026 informasinya ada lembaga yang akan demonstrasi di depan Mabes Polri. Saya kira ini cukup menjadi peringatan keras agar Kapolda Sumbar segera bergerak cepat menangkap orang-orang rakus dengan cara merusak alam lewat tambang ilegal. Jangan sampai kena tegur Kapolri dan Presiden,” ungkapnya, Minggu (11/1/2026) siang.

Lanjut Fahrul Rozi Harahap, saat ini ada kelompok tertentu yang berusaha membodohi publik dengan narasi menyesatkan, menuduh nenek Saudah sebagai penyebab utama terjadinya penganiayaan. Padahal, justeru nenek Saudah lah pahlawan sesungguhnya yang berani menyetop aktivitas tambang emas ilegal yang masuk ke lahannya.

Lalu, dari pernyataan yang dikemukakan Fahrul Rozi Harahap, muncul seorang pria mengaku bernama Roni Irawan alias Rohom yang merasa keberatan, menuduh, dan mengancam Fahrul Rozi Harahap karena merasa namanya diseret dalam kasus nenek Saudah, padahal tidak ada.

Roni Irawan alias Rohom juga dikatakan Fahrul Rozi Harahap turut mengancam wartawan Aktual Online dan tetap ngotot namanya diseret-seret soal kasus tambang ilegal serta percobaan pembunuhan nenek Saudah. Tentu, hal ini menambah kejanggalan.

“Bolehlah ada banyak buzzer dengan banyak akun medsos. Namun, publik jangan diakal-akali. Kasus ini awalnya karena tambang ilegal. Kalau itu lahanku diambil untuk tambang ilegal, sudah berantem juga aku, ku gas orangnya yang mau main-main. Nenek Saudah cukup berani melawan, dia jadi korban. Dimana hati nurani para pelaku tambang ilegal ini. Okelah, tidak ada hatinya tapi polisi jangan ikut juga ya. Ini orang tua kita ini, harus kita jaga. Bayangkan itu ibu kalian yang jadi korban, terus dipermainkan kasusnya, diplesetkan buzzer. Ada pula yang ngancam-ngancam. Siapa ini Roni Irawan alias Rohom, periksa pak polisi, apa kaitan dia di kasus ini,” paparnya.

Dibeberkan Fahrul Rozi Harahap, kasus tambang emas ilegal ini cukup lama beroperasi di Pasaman dan telah menjadi rahasia umum. Pemain utamanya satu orang dan dikabarkan merupakan kerabat dari salah seorang pejabat. Sayangnya, belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Terkait aktivitas tambang emas ilegal di Pasaman ini, Bupati Welly Suheri juga belum mau memberikan keterangan atas konfirmasi Aktual Online kepadanya soal tanggung jawab serta pendalamannya terhadap nama RHM juga Roni Irawan alias Rohom yang melakukan pengancaman terhadap aktivis dan wartawan.

Sementara itu, Roni Irawan alias Rohom sendiri tidak memberikan jawaban jelas atas kemunculannya dengan menuduh namanya dicantumkan dalam berita tanggal 7 Januari 2026, selain mengancam aktivis dan wartawan Aktual.

“Kalau abang jantan, ketemu kita. Jangan banyak ceritalah kau. Kita liat aja perkembangannya siapa yang salah nantikan nampak itu. Ngapain kita berdebat. Saya bukan ngancam, mau kamu apa. Terserah, mau kamu apa,” ucapnya dengan nada emosi, 8 Januari 2026 lalu.

Bukannya mendinginkan situasi, justeru kehadiran Roni Irawan alias Rohom menjadi tanda tanya besar dalam kasus tambang ilegal dan nenek Saudah yang harus diungkap kepolisian.|| Prasetiyo

Baca Selanjutnya

Berita lainnya