21.9 C
Indonesia
Selasa, 5 Mei 2026

Pasca Tewasnya 3 Pekerja, Tambang Galian “C” di Desa Marjanji Aceh Ditutup

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id ASAHAN |||
Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan dan memerintahkan unit kerja di Dinas yang berkaitan untuk menutup dan melarang tambang galian “C” yang berisi material tanah dan batu padas yang berada di Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan, Sabtu (06/09/2025).

Hal itu Pasca tewasnya tiga orang pekerja tambang galian “C” yang diusahai oleh H.Hasyim yang saat ini diteruskan oleh anaknya yang bermarga Marpaung.

Wakil Bupati Asahan Rianto yang didampingi Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa Marjanji Aceh serta beberapa pejabat lainnya saat melakukan monitoring ke lokasi tambang galian “C” tersebut mengatakan, terhitung dari mulai hari Sabtu 06 September 2025 , atas nama Pemerintah kabupaten Asahan melarang segala bentuk kegiatan penambangan galian “C” yang didalamnya terdapat kandungan material tanah serta bebatuan (batu padas) untuk dieksploitasi,terlebih tambang galian “C” yang diusahai oleh H.Hasyim pemilik tanah dan dikerjakan oleh anaknya yang bermarga Marpaung tidak memiliki perijinan sebagai mana mestinya, ujarnya.

Wakil bupati Asahan Rianto juga mengatakan diharapkan agar Camat Aek Songsongan Asahan dan Ibu Kepala Desa Marjanji Aceh untuk mengawasinya dan tidak ada lagi kegiatan penambangan ditempat ini.

Rianto juga mengatakan tambang galian “C” ini sudah dua kali alami kejadian kelongsoran dengan memakan korban jiwa, diantaranya dibulan September 2023 terjadi longsor dengan material tanah dan bebatuan yang mengakibatkan dua orang tewas tertimbun material tanah dan bebatuan serta satu orang alami luka luka serta tiga unit truck colt diesel yang akan membuat material tersebut turut tertimbun.

Dan tepat dua tahun lalu, ini September 2025 kejadian ini terulang kembali dengan memakan korban tiga orang tewas tertimbun material tanah dan bebatuan serta satu orang dalam perawatan medis dan dirujuk ke RS yang ada di Medan , dan tiga korban jiwa tersebut diantaranya Rizal Siagian (43),Sarpin (41) dan Toni (44) kesemuanya pekerja tambang galian “C” serta terdapat satu orang atas nama Edi yang saat ini sedang dilakukan perawatan medis dan dirujuk ke RS yang berada di Medan.

Rianto juga mengatakan dari informasi yang disampaikan warga maupun perangkat desa ini, tambang galian “C” ini dalam mempekerjakan masyarakat setempat juga tidak dilengkapi alat pelindung diri sehingga sangat membahayakan keselamatan jiwa pekerjanya.

Untuk itu sejak kejadian longsor ini Pemerintah Kabupaten Asahan mengatakan aktifitas tambang galian “C” ini ditutup.

Dan untuk pengusahanya dimintakan kepada aparat Kepolisian Resort Asahan untuk menindak sesuai dengan hukum yang berlaku, pungkasnya.||| Yasin S

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya