RSUD Djasamen Saragih. (Foto: ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Pematang Siantar || Selain sukses menyabet paket jalan di Dinas PUPR Pematang Siantar, 3 oknum anggota dewan inisial M, R, dan H diduga merambah mainannya ke pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Djasamen Saragih.
Berdasarkan informasi yang diterima Aktual Online, dana pengadaan alkes yang dibancak 3 oknum anggota dewan itu dari Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2024 sebesar Rp12 milyar Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 senilai Rp17 milyar.
“Yang alkes itu orag itu (red. 3 oknum anggota dewan) bang,” ungkap narasumber yang meminta namanya disembunyikan, Selasa (29/7/2025) siang.
Dibeberkannya pula bahwa ketiga oknum anggota dewan ini bisa mendapatkan proyek tersebut dikarenakan memiliki hubungan erat dengan Dirut RSUD Djasamen Saragih.
Lolosnya paket pengadaan alkes untuk tiga serangkai anggota dewan tersebut menurut narasumber harus diperiksa oleh kejaksaan secara estafet. Pasalnya, alkes ini sangat beresiko tinggi bagi kesehatan pasien penggunaannya jika salah ukuran atau berkualitas rendah.
“Kejatisu harus perintahkan kejari Pematang Siantar untuk memeriksa Dirut RSUD Djasamen Saragih atas pengadaan alkes 2024 dan 2025,” mintanya.
Sementara itu, Dirut RSUD Djasamen Saragih Aulia Sambas yang dihubungi Aktual Online belum memberikan konfirmasi soal dugaan kolusi 3 anggota dewan dalam pengadaan alkes di rumah sakit plat merah milik Pematang Siantar.|| Prasetiyo
