20.9 C
Indonesia
Rabu, 6 Mei 2026

DPRD Tulungagung Meriahkan Hari Jadi ke-819 dengan Pementasan Wayang Kulit

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-819 dan memperingati Hari Wayang Nasional tahun 2024, DPRD Tulungagung menggelar pementasan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Pamong Agung, Senin (16/12) malam.

Acara tersebut berlangsung meriah di halaman Kantor DPRD Tulungagung, menampilkan Dalang Ki Sigit Arianto dari Rembang, serta hiburan dari bintang tamu lawak duo Jo dan musik campursari.

Pementasan wayang kulit diawali dengan penyerahan wayang Semar oleh Ketua DPRD Tulungagung, Marsono SSos, kepada Dalang Ki Sigit Arianto.

Pada acara pagelaran wayang kulit tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk anggota Forkopimda Tulungagung, pimpinan dan anggota DPRD Tulungagung, kepala OPD lingkup Pemkab Tulungagung, pimpinan parpol, serta tokoh masyarakat.

Marsono dalam sambutannya menjelaskan bahwa pentas wayang kulit ini diadakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung dan juga memperingati Hari Wayang Nasional.

“Lakon Wahyu Pamong Agung dipilih karena memiliki makna bahwa DPRD bisa menampung aspirasi masyarakat dan menjadi wakil rakyat yang mampu memimpin dengan bijaksana,” ujar Marsono.

Lanjut, selain menjadi hiburan, kata Marsono, pementasan wayang kulit ini juga bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

DPRD Tulungagung berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya wayang kulit.

“Kita harus bangga dengan warisan budaya yang kita miliki dan terus berupaya untuk melestarikannya,” tambah Marsono.

Sekda Tulungagung, Drs Tri Hariadi MSi, yang mewakili Pj Bupati Tulungagung, Dr Ir Heru Suseno MT, menjelaskan dalam sambutannya bahwa lakon Wahyu Pamong Agung mengandung makna penting tentang sosok pamong yang digambarkan dalam tokoh Semar.

“Meskipun Semar terlihat seperti masyarakat biasa, sebenarnya ia adalah Bathara Ismaya, dewa yang luhur dan bijaksana. Dia selalu berdiri di jalan yang benar dan menjadi panutan bagi para kesatria,” tuturnya.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Pamong Agung, berhasil memukau penonton dan menyampaikan pesan-pesan moral yang mendalam.

Pementasan berlangsung semalam suntuk hingga gelaran murwoko (ruwatan) pada Selasa (17/12) pagi. ||| Dodik

 

 

Editor : Zul

Baca Selanjutnya

Berita lainnya