20.2 C
Indonesia
Rabu, 29 April 2026

Tidak Mau Kerja Lagi, Reza Simamora Sumbangkan Gaji Satu Minggu ke SPTI Timbang Deli

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id-Medan || Reza Valentino Simamora, (21) , warga Jl Martoba I Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara mengaku sudah tidak mau lagi bekerja sebagai anggota SPTI PUK TKBM Timbang Deli dan akan menyumbangkan gaji seminggu yang harusnya ia dapat kepada SPTI.

“Aku sudah tidak mau lagi kerja sebagai anggota SPTI Puk TKBM. Karena terlalu berat kerja nya, tapi gajinya sedikit. Bahkan gaji satu minggu, yang tidak diberi pengurus, aku iklas menyumbangkan kepada para pengurus SPTI Puk TKBM, Kelurahan Timbang Deli, “kata Reza, Kamis (21/11/2024) pagi.

Reza berkeluh kesah, sewaktu masih melakukan pekerjaan sebagai anggota, di SPTI Puk TKBM, itu sangat menyakitkan.

“Sakit rasanya, kami kerja , dalam sehari bisa menyelesaikan 2 mobil truk besar. Itupun hanya tiga orang anggota yang menyelesaikan nya. Nggak pa-palah Pak, gajiku Rp 30 ribu per minggu itu, adalah hasil keringatku sendiri dan bukan keringat orang lain,” ujarnya.

Kini Reza berprinsip dan berkeyakinan pada saat ini, adalah semakin banyak memberi kepada orang lain, maka Tuhan lah yang akan membalas. Dan ini ajaran dari orang tua ku, kepada kami anak-anak nya.

SPTI Puk TKBM Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara tidak memberikan gaji anggota SPTI selama satu minggu.

Hal ini disampaikan Reza Valentino Simamora (21) warga Jl Martoba I Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan kepada AKTUALONLINE.co.id, Senin (18/11/2024).

Reza menceritakan, jika dirinya sudah melakukan pekerjaan dengan baik, selama satu minggu tersebut, namun hasilnya tidak diberikan oleh pengurus SPTI Timbang Deli.

“Gajiku tidak dikasih, aku kerja selama satu minggu, mulai tgl 11 hingga 16 Nopember yang lalu. Tapi kuminta tadi kepada pengurus namun tidak dikasih, dengan alasan yang tidak jelas,” ujarnya Reza.

Saat ditanyakan dasar apa para pengurus SPTI Timbang Deli tidak mau memberikan gaji atau upahnya selama satu minggu itu,dirinya bercerita ada cekcok dengan salah seorang pengurus SPTI.

“Kemarin aku ribut sama Epan Lubis, selaku koordinator lapangan. Nah, tadi pas aku minta gajiku, selama satu minggu itu. Edi Simatupang, yang sama jabatan dengan Epan Lubis, selaku koordinator lapangan juga, mengatakan, sesuai kesepakatan antar pengurus, bahwa gajimu tidak dikeluarkan, dengan alasan karena melawan,” tutur Reza menirukan Edi Simatupang.

Reza kembali bertanya kepada Edi Simatupang, apakah SPTI ini milik pribadi Epan Lubis, sehingga keputusan bersama antara pengurus saja. Dan tidak melibatkan seluruh anggota-anggota SPTI Kelurahan Timbang Deli ini.

“Apakah SPTI ini milik Epan Lubis pribadi. Apakah keputusan bersama antar pengurus saja. Tanpa melibatkan anggota SPTI yang lain, “tandasnya.

Reza juga menyampaikan bahwa yang bekerja itu adalah anggota-angota saja. Di lapangan ia mengaku mati-matian bekerja, para pengurus SPTI bisa dikatakan hanya makan gaji buta. Namun ia merasa gaji tidak sesuai dengan hasil kerja.

Koordinator SPTI Timbang Deli Epan Lubis memberikan hak jawabnya atas tuduhan yang diadukan Reza Simamora kepada Aktual Online beberapa waktu lalu.

Melalui pernyataan tertulisnya, Epan Lubis menjelaskan menerangkan bahwa Reza Simamora sudah lama tidak bekerja di SPTI Timbang Deli.

SPTI Timbang Deli mengetahui Reza Simamora menjalani pelatihan di luar negeri tanpa izin dalam bentuk apapun kepada pengurus selama beberapa bulan. Begitu selesai menjalani pelatihan, Reza Simamora diketahui datang kembali ke SPTI dan meminta bergabung kembali dengan marah-marah.

“Saudara (red. Reza Simamora) sudah lama tidak bekerja lagi di SPTI Timbang Deli atau BHL , dikarenakan mengikuti pelatihan kerja ke luar negeri selama saudara berangkat untuk pelatihan itu saudara tidak ada permisi untuk pamit bahwasanya tidak lagi mengikuti kerja SPTI kepada pengurus. Beberapa bulan kemudian saudara selesai pelatihan dan datang lagi ke medan untuk bergabung minta ikut kerja kembali bersama kami dengan cara tidak sopan marah marah dan mengecilkan Serikat buruh SPTI,” terangnya, Kamis (21/11/2024) malam.

Meski begitu Reza Simamora tetap diterima kembali dengan syarat tertentu yang harus dipatuhi. Apalagi, kata Epan Lubis, Reza Simamora ini membuat pengakuan pada bulan Oktober dipanggil kerja ke luar negeri. Nyatanya, hingga bulan November ia tetap masih bertahan di SPTI.

“Akan tetapi pengurus sudah menyampaikan kepada reza untuk gudang B sif 1 dan sif 2 anda jangan berharap masuk bekerja di karenakan sudah ada penggantinya dan kosong berbulan bulan. Seiring berjalan waktu reza meminta untuk masuk ke gudang B tetapi kami memperbolehkan dengan sebagai tenaga tambahan atau penyisip yang kosong, setelah bekerja anda tidak mau mematuhi peraturan yang berlaku di organisasi SPTI,” ungkapnya.

Reza Simamora juga disebut sering meninggalkan gudang lain sebelum jam pulang kerja tetapi SPTI Timbang Deli masih memberi upah penuh, dan ia juga masuk ke gudang B untuk sif 2 tanpa ada permisi.

SPTI terus melakukan pembinaan dan peringatan tetapi selalu Reza Simamora terus melawan pengurus. Dari situlah pengurus SPTI Timbang Deli mengambil tindakan tidak memperbolehkan nya masuk di gudang B, C dan gaji secara otomatis tidak lagi di berikan.

“Mengenai Gaji, tidak benar dan kami membantah keterangan reza bahwasanya tidak menerima gaji upah seminggu yang lalu karena sudah tidak masuk kerja di gudang B dan C, adapun gaji mingguan itu hanya tambahan di gudang B dan C pada saat saudara masih kami pekerjakan .
Dan di gudang lain saudara reza setiap hari mendapatkan gaji harian dari gudang A dan besar kecil nya upah tergantung borongan banyak atau sedikit kerjaan semua transparan,” tutupnya.|| Saut Simamora

 

Editor: Prasetiyo

 

 

 

. II Saut Simamora.

Baca Selanjutnya

Berita lainnya