Para santri dari Pondok Pesantren Tahfiz Alquran dan Hadits Al Faiz, Kamis (23/4/206) siang, saat membacakan tuntutan mereka.(Foto: Prasetiyo/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Medan || Bandar Sabu Jermal yang tidak ditangkap hingga kini menimbulkan beragam reaksi dari berbagai elemen, salah satunya para santri.
Langsung dari dalam Pondok Pesantren Tahfiz Alquran dan Hadits Al Faiz, para santri, Kamis (23/4/2026) siang mendesak negara dengan 3 tuntutan yang harus dipenuhi sesegera mungkin.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto harus selamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba. Kedua, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo hadirlah di pesantren kami, selamatkan pendidikan kami dari bahaya Narkoba. Ketiga, Seskab Letkol Teddy tolonglah perhatikan kami yang muda ini sebagai penerus bangsa nanti,” teriak para santri berbarengan.
Menurut mereka, posisi pondok pesantren mereka masuk dalam wilayah ekspansi dari bandar Sabu Jermal. Sehingga, para orangtua sering menerima imbas negatif para penikmat Sabu Jermal. Misalnya, kena begal, ancaman, atau tidak nyaman dengan berpapasan dengan pemuda-pemuda setengah sadar di jalan.
Diketahui, bandar Sabu Jermal pernah ditangkap pada tahun 2020, namun hanya ditahan selama 6 hari tanpa penjelasan resmi dari pihak kepolisian. Bahkan massa aksi dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu Sumut saat demonstrasi di Polda Sumut membeberkan bandar Sabu Jermal masuk dalam DPO.|| Prasetiyo
