Surat pemberitahuan aksi desakan usut kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah dan pengancaman aktivis serta wartawan diterima di Intelkam Mabes Polri.(Foto: Ist/Aktual Online)
AKTUALONLINE.co.id – Jakarta || Kolaborasi Anak Bangsa Nasional kepada Aktual Online mengaku akan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Mabes Polri agar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo turun tangan dan serius mengusut tuntas kasus percobaan pembunuhan terhadap nenek Saudah karena menolak tambang emas ilegal.
Penanggungjawab aksi Alim Sofian Ritonga menjelaskan bahwa demonstrasi yang rencananya dilakukan pada 14 Januari 2026 ini perlu mereka lakukan, mengingat masalah yang semakin mengkhawatirkan lantaran terjadi pengancaman terhadap aktivis juga wartawan oleh Roni Irawan alias Rohom setelah merasa panik atas berita berjudul Tangkap RHM Terduga Aktor Tunggal Percobaan Pembunuhan Nenek Saudah di Pasaman yang tayang 7 Januari 2026.
“Ini sudah masalah serius. Setelah beberapa hari dari prahara ini naik di media sosial dan media massa, baik Polda dan Polres tidak bisa menuntaskan perkaranya. Jadi kami akan melakukan demonstrasi untuk mendesak agar Kapolri turun tangan. Tangkap pemilik dan orag-orang terlibat tambang emas ilegal itu. Periksa Roni Irawan alias Rohom ini, siapa dia kok tiba-tiba ancam-ancam orang, apa keterlibatannya di kasus tambang ilegal dan percobaan pembunuhan nenek Saudah,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026) pagi.
Lanjut Alim Sofian Ritonga, kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah saat ini sedang digiring menjadi persoalan pribadi agar mendapatkan simpati warga. Untungnya, masyarakat tidak bodoh mau mengikuti kemauan pemilik modal yang diduga telah menyetor sejumlah uang kepada oknum aparat penegak hukum.
Dijelaskannya pula bahwa kasus percobaan pembunuhan nenek Saudah dan pengancaman oleh Roni Irawan alias Rohom terhadap aktivis Fahrul Rozi Harahap juga wartawan Aktual Online adalah rentetan peristiwa yang diyakini saling berkaitan. Sumbernya masalahnya satu yakni tambang emas ilegal, yang pemiliknya merasa terganggu dengan perlawanan serta pemberitaan.
“Tidak susah kalau Pak Kapolri turun tangan. Ini masalah tambang emas ilegal. Nenek Saudah menolak lalu mau dibunuh. Sementara aktivis dan wartawan yang bersuara, tiba-tiba diancam oleh Roni Irawan alias Rohom. Siapa dia ini kok tidak ada disinggung lantas muncul sendiri. Apa memang dia pemainnya, kalau betul ya tangkap dia. Bukan anak kuliah itu. Lah kalilah polisi menangkap suruhan. Ini menyangkut nyawa pak. Sekarang nenek Saudah memang selamat, ke depan kalau bencana banjir dan longsor terjadi, korbannya siapa. Kalau memang ada oknum polisi terlibat, ya proses saja pak,” tutupnya.|| Prasetiyo
