28.7 C
Indonesia
Senin, 20 April 2026

Pemkab Tapanuli Utara Pulihkan Lahan Terdampak Banjir Sarulla Lewat Program Optimalisasi Lahan

Berita Terbaru

AKTUALONLINE.co.id – AHAE JAE  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui Program Optimalisasi Lahan yang berfokus pada pemulihan lahan terdampak banjir Sarulla.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., meninjau langsung perkembangan pelaksanaan program di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, pada Senin (13/10/2025).

Dalam arahannya, Bupati Jonius menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Taput yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Pemerintah hadir bukan hanya untuk memulihkan lahan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak dapat kembali produktif dan mandiri,” ujar Bupati Jonius.

Ia mendorong seluruh kepala desa dan lurah agar bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi dalam pelaksanaan program, serta membentuk kelompok masyarakat terdampak untuk mengelola lahan secara bersama.
Bupati juga menyarankan penanaman komoditas yang sesuai kondisi tanah seperti kacang tanah dan bawang merah, serta memanfaatkan kayu besar sisa banjir untuk bahan kerajinan atau arang bernilai ekonomi.

Program Optimalisasi Lahan ini mendapat dukungan pembiayaan dari P-APBD 2025 sebesar Rp150 juta serta donasi masyarakat sebesar Rp76 juta. Program telah dimulai sejak 4 Oktober 2025 dan akan dilanjutkan pada tahun 2026 melalui dukungan CSR berbagai pihak, termasuk PT SOL.

“Pemerintah akan terus berupaya maksimal, termasuk melobi pemerintah provinsi dan pusat agar penanganan pasca bencana mendapat dukungan penuh,” tambah Bupati Jonius.

Secara keseluruhan, program ini mencakup pemulihan 200,4 hektare lahan sawah yang terdampak banjir pada 29 Desember 2024, mencakup enam desa dan satu kelurahan: Parsaoran Nainggolan, Parsaoran Samosir, Nahornop Marsada, Setia, Suka Maju, Tordolok Nauli, dan Kelurahan Pasar Sarulla.

Pada akhir kegiatan, Bupati menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat di setiap tahapan pelaksanaan program.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk memulihkan lahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, tim gabungan TNI/Polri dan perwakilan masyarakat akan dibentuk untuk meninjau kawasan hulu guna mencegah potensi bencana serupa di masa depan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ramah Saragih melaporkan bahwa program optimalisasi lahan pasca bencana mencakup pembersihan dan alih fungsi lahan untuk tanaman palawija, seperti kacang tanah dan bawang merah, dengan target penyelesaian akhir Desember 2025.

Tokoh masyarakat Ramli Gultom dan anggota DPRD Jimmi Tambunan turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan langkah nyata Bupati Tapanuli Utara dalam pemulihan lahan serta dukungan terhadap perencanaan lanjutan tahun 2026. ||| Agus Juntak

Baca Selanjutnya

Berita lainnya