Aktualonline.co.id/Tamora
Kebebasan umat beragama menjalankan ibadahnya dan selain di lindungi undang undang serta di jamin Pemerintah hanya isapan jempol saja, buktinya gereja mawar saron yang berada di dusun 1 desa tanjung morawa A yang berada di lokasi pergudangan serta jauh dari kediaman masyarakat ahkirnya di tutup oleh oknum masyarakat intoleransi untuk menjalankan ibadah.
Penutupan ibadah tersebut tentu saja sangat mengejutkan semua pihak karena sebelumnya, pertemuan terkait hal tersebut sudah di selesaikan Di aula Kesbang linmas pemkab deli serdang yang dihadiri ketua FKUB, perwakilan MUI deli Serdang dan tokoh agama seperti ust sayuti serta kabag ops Polresta deli serdang dan koramil.
Namun ternyata pertemuan berlanjut ,jumat (11/8/2023) di kantor desa tanjung morawa A yang di hadiri 3 pilar yaitu camat, kapolsek tanjung morawa kepala desa dan warga serta perwakilan gereja mawar saron serta KUA tanjung morawa dan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, warga bersikeras dan menolak dilakukan ibadah dilokasi tersebut dengan alasan bahwa tahun 2020 pak rudi dalam pernyataannya akan menutup ibadah di pergudangan golden start tersebut,padahal ditahun tersebut covid 19 melanda negara ini dan ibadah hanya dilakukan melalui zoom meeting.
Tentu saja, anehnya ketiga pilar bukanya keras meyikapi.dan menolak kemauan warga tersebut padahal jelas Negara menjamin kebebasan umat beragama melakukan ibadah dan hal itu malah terbalik ketiga pilar tersebut malah menjadi ikut ikutan dengan alasan menghindari riak riak dan diambil kesepakatan ibadah di pindahkan dilokasi nasrani sehingga jelas Pemerintah takut dengan intoleransi yang harusnya menjadi musuh negara.
Karena tak ada sikap dari ketiga pilar tersebut, selanjutnya kesepakatan menutup ibadah gereja mawar saron dilakukan dan dampkanya sangat fatal dan menambah catatan buruk bahwa stegmen bupati deli serdang yang selama ini di dengung dengungkan bahwa kabupaten deli serdang merupakan kabupaten religius hanya cakap cakap saja dan hal itu dibuktihkan dengan ditutupnya ibadah mawar saron oleh oknum intolera dinsi yang berkedok agama.” Kita heran hanya sekedar ibadah aja harus dilarang kenapa mereka itu tak menutup judi, prostitusi dan narkoba yang marak kok di diamkan.” Bilang warga yang kesal melihat kesepakatan tersebut.
Jadi, dengan di tutupnya ibadah tersebut membuktihkan negara kalah dengan intoleransi yang saat ini nyata adanya di Republik ini.gom
