Soroti Pergeseran Anggaran sebanyak 503 Milyar,Cipayung Plus Lakukan Aksi Dan Sempat Dorong Dorongan Dengan Kepala Inspektorat Deli Serdang

Aktualonline.co.id- Deli Serdang
Kalau mau main intrik jangan pakai uang rakyat hal itu diungkapkan saat aksi demo yang dilakukan organisasi Cipayung plus Deli Serdang, Rabu (28/10/2026) di depan pintu kantor Deli Serdang.
Selain itu, mereka juga mengakui dampak pergeseran anggaran yang dilakukan bupati terbuktinya adanya proyek yang dikerjakan di areal jalan nasional Kuala Namu sehingga permainan korupsi terlalu dangkal dan syarat dengan kepentingan.
Pergeseran anggaran sebesar 503 milyar yang dilakukan pemkab hingga kini, bupati masih saja bersembunyi dan tak mau terbuka maksud dan tujuan mereka melakukan itu.” Kami sepakat kalau tak bupati yang hadir di dalam aksi ini guna memberikan penjelasan terkait hal itu kami tak akan terima.” Ungkap kordinator aksi Fredy gunawan dan sandy.
Katanya lagi, untuk apa pergeseran anggaran yang dilakukan tapi bukan pro rakyat akan tetapi lihat dengan mata kepala kalian masih banyak rakyat susah silahkan kalian lihat dilapangan bukan hanya di balik meja saja dan saat ini Deli Serdang Serdang tidak baik baik saja dan sakit.
Ia juga mengakui, saat ini Deli Serdang sudah berubah menjadi kabupaten kekuasaan yang kian makin jelas dan itu di perjelas dengan program ” jelita” yang mana jelita tersebut merupakan istri asriludin Tambunan .” Kami mendukung program tapi bukan dengan kekuasaan yang mana membuktikan bahwa Deli Serdang bukan lagi demokrasi akan tetapi menjurus kepada kekuasaan.” Sebutnya
Aksi tersebut langsung di kawal Kapolresta Deli Serdang Kombes Muhammad SIk bersama anggotanya serta hadir diantaranya dalam aksi tersebut kepala inspektorat Deli Serdang edwin Nasution.
Selain. Itu Cipayung plus juga menyoroti atas pemberian gaji P3K paruh waktu yang hanya diberi gaji 500 rb akan tetapi di potong pajak dan mirisnya lagi, para guru itu di paksa membuat ucapan terima kasih kepada bupati atas di medsos sehingga seakan akan tidak ada rasa kemanusiaan dan empaty.
Bukan sampai disitu saja, Cipayung plus juga menyoroti soal hari santri dimana para santri di beri makan pakai nasi busuk sehingga keracunan dan mereka di rujuk bukan ke rumah sakit umum Amri Tambunan melainkan ke klinik dan di rujuk ke rumah sakit haji yang ada di Medan .” Kami tak akan pulang kalau aksi yang kami sampaikan tidak ada jawaban yang memuaskan dari Kabag kesra sebagai penanggung jawab pengadaan nasi busuk tersebut.
Namun anehnya, entah mengapa kepala inspektorat Deli Serdang edwin nst yang saat itu berada di lokasi demo naik tensi dan akibatnya terjadi tarik menarik dan tolak menolak sehingga membuat sedikit kericuhan akan tetapi petugas kepolisian yang berjaga segera menenangkan para aksi yang sempat terpancing atas provokasi yang dilakukan kepala inspektorat tersebut.gom






