AKTUALONLINE.co.id–Makassar ||| Upaya memutus mata rantai kemiskinan ekstrem lewat jalur pendidikan menunjukkan lompatan besar. Memasuki usia satu tahun, program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos) sukses merangkul 44 ribu anak dari keluarga prasejahtera di 34 provinsi Indonesia.
Peringatan setahun program yang dikemas dalam tema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” itu dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu 28 Oktober 2026.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan, dari total kuota 45 ribu siswa tahun ini, sebanyak 44.000 anak kini telah aktif mengikuti kegiatan belajar di kelas. Sementara itu, 1.000 anak lainnya masih menjalani tahap pemulihan dan rehabilitasi di sentra-sentra Kemensos sebelum siap bergabung.
“44.000 sudah berada di kelas di Sekolah Rakyat, dan yang 1.000 lebih sedang mengikuti proses rehabilitasi di sentra-sentra Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul di hadapan ratusan hadirin, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Dari Buruh Jalanan hingga Kuasai Panggung Seni Nasional
Gus Ipul membeberkan, anak-anak yang dijangkau program ini memiliki latar belakang kehidupan yang berat. Sebagian besar pernah putus sekolah, menjadi buruh harian, atau bahkan terpaksa bekerja di jalanan demi menyambung hidup. Saat pertama kali dijaring, tidak sedikit anak usia belasan tahun yang bahkan belum mengenal huruf.
Namun, lewat pendekatan terpadu yang memadukan pendidikan formal dan rehabilitasi psikososial, perubahan drastis berhasil dicapai. Hal itu dibuktikan lewat penampilan ciamik para siswa di GOR Sudiang—mulai dari tari Saman, kreasi Cenderawasih, Tari Komodo, atraksi bela diri, drum band, hingga baris-bervariasi. Tak hanya itu, dari sisi prestasi akademik dan non-akademik, para siswa kini telah mengantongi ratusan penghargaan tingkat nasional hingga internasional.
“Semua ini adalah anak-anak bangsa yang menurut Bapak Presiden harus mendapatkan akses untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Saya sangat terharu atas perkembangan mereka selama satu tahun terakhir ini,” ungkap Gus Ipul, seperti yang dikutip Aktual Online, Kamis (29/10/2026) dari laman www.kemensos.go.id.
Pendekatan Utuh: Anak Sekolah, Orang Tua Diberi Modal Usaha
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar memindahkan anak ke ruang kelas, melainkan model pengentasan kemiskinan keluarga secara komprehensif. Pendidikan anak berjalan beriringan dengan intervensi sosial bagi orang tua mereka.
Data Kemensos mencatat, dari total keluarga siswa yang dibina, sebanyak 10.140 rumah orang tua siswa telah direnovasi, 11.274 orang tua menerima bantuan modal usaha mandiri, serta 9.021 orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI, di samping jaminan kesehatan PBI JK.
Dari sisi infrastruktur, dari 100 titik pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini, 93 unit telah beroperasi penuh. Kemensos juga terus merekrut tenaga pendidik dan pengasuh secara terbuka untuk memastikan standar mutu pendidikan terus meningkat.
Peringatan tahun pertama ini turut dihadiri jajaran penting negara, di antaranya Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, serta tokoh nasional Ary Ginanjar Agustian dan Meutia Farida Hatta Swasono.|||Red







