Today

Ojek Pangkalan Pelabuhan Roro Bengkalis Harap Ojol Maxim Tak Timbulkan Konflik

Zul Aktual

Ojek Pangkalan Pelabuhan Roro Bengkalis Harap Ojol Maxim Tak Timbulkan Konflik. (Foto/Ist)

AKTUALONLINE.co.id BENGKALIS |||
Layanan transportasi online Maxim sudah beroperasi wilayah pelabuhan Roro Bengkalis dan sekitarnya. Kehadiran layanan ini memunculkan beragam pandangan, terutama dari kalangan ojek pangkalan yang berharap adanya aturan yang jelas dari pemerintah.

Salah satu pengemudi ojek pangkalan di pelabuhan Roro Bengkalis, Jai menyatakan, dirinya tidak menolak keberadaan Maxim. Namun, ia meminta pemerintah untuk menetapkan regulasi yang adil terkait trayek operasional Maxim.

“Maxim masuk ke Bengkalis, kami harap pemerintah bisa tegas memberikan aturan yang jelas supaya tidak ada benturan di lapangan,” ujar Jai pada Minggu (12/8/2026).

Menurut Jai, ojek pangkalan memiliki peran penting dalam melayani masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa menggunakan aplikasi online.

“Tidak semua orang di Bengkalis paham teknologi atau punya smartphone. Jadi pemerintah juga perlu memikirkan nasib kami yang sudah lama beroperasi,” tambahnya.

Selain itu, Jai mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas di Bengkalis. Ia khawatir kehadiran Maxim beroperasi di parkiran pangkalan ojek tradisional akan menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kami tidak ingin ada perselisihan. Yang penting ada aturan yang jelas agar semua bisa berjalan berdampingan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, supir ojek online Maxim merebut penumpang melanggar aturan aplikasi Dengan keunggulan seperti penjemputan langsung di lokasi pelanggan dan harga yang bersaing, kehadiran Maxim diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi yang lebih nyaman bagi masyarakat Bengkalis.

Ojek Tradisional Meminta Dinas Perhubungan Menertibkan Ojek online Maxim di Pelabuhan Roro Bengkalis.

Ketegangan antara ojek pangkalan dan ojek online Maxim di area strategis seperti Pelabuhan Roro sering terjadi karena perebutan penumpang dan masalah batas zona tunggu.

Ojek pangkalan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) turun tangan menertibkan aturan jemput demi menjaga pendapatan harian mereka.

READ  Musyawarah Desa Kelemantan Barat Susun RKP Desa Tahun Anggaran 2027, Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan

Masalah Utama dilapangan adalah,Pendapatan Berkurang,Ojek pangkalan mengeluh sepi penumpang sejak kehadiran layanan aplikasi digital di sekitar pelabuhan.

Titik Mangkal: Muncul perdebatan mengenai area batasan zona jemput bagi pengemudi aplikasi online agar tidak melewati area pangkalan konvensional.

Tuntutan Aturan: Tukang ojek tradisional meminta Dishub membuat aturan tegas atau zonasi yang adil bagi kedua belah pihak.||| Safrizal

 

Editor : Red

Related Post