Advertisements

AKTUALONLINE.co.id MEDAN |||
Lembaga Pemangku Adat Budaya Simalungun ( LPAB -Simalungun) merupakan organisasi Lembaga Pemangku Adat Budaya Simalungun berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan organisasi Sosial Budaya yang bersifat Indenpenden, berdiri pada tanggal 12 Agustus 2022 berdasarkan maklumat jajaran Simalungun pada tanggal 28 Mei 2022, dengan falsafah Habonaron Do Bona ( kebenaran adalah pangkal segalanya) dan motto Sapangambei Manoktok Hitei ( satu derap langkah untuk mencapai satu tujuan yang baik).

Musyawarah Besar/ Harungguan Bolon – I Lembaga Pemangku Adat Budaya Simalungun ( LPAB – Simalungun), dilaksanakan Jumat- Sabtu tanggal 12- 13 Agustus 2022 bertempat di Convention Hall Siantar Hotel Pematang Siantar.

Musyawarah dilakukan dengan mengedepankan musyawarah mufakat dengan falsafah Habonaron do Bona dan motto Sapangambei Manoktok Hitei serta bertujuan, mendeklarasikan terbentuknya Lembaga Pemangku Adat Budaya Simalungun ( LPAB – Simalungun, membahas AD) ART, penyusunan program kerja 2022- 2027 dan pemilihan pengurus DPP/Presidium Lembaga Pemangku Adat Budaya Simalungun (LPAB – Simalungun ) periode 2022 – 2027.

Pelaksanaan Musyawarah Besar/Harungguan Bolon – I Lembaga Pemangku Adat Budaya Simalungun ( LPAB – Simalungun) berjalan dengan baik, aman, lancar dan kondusif serta menghasilkan keputusan keputusan Harungguan Bolon.

Ketua Panitia Pelaksana Harungguan Bolon – I ( LPAB – Simalungun), Hermanto Sipayung, SH bersama awak media menerangkan, kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini adalah lanjutan dari pertemuan pertemuan dari para ahli Rajaon Simalungun. Dulu ada 7 Rajaon Simalungun terus Rajaon Nagor untuk melaksanakan kegiatan ini dan mereka berpikir untuk segera melakukan Harungguan ini mereka berdiskusi melihat terjadinya degredasi budaya ,diterangkan sebelumnya bahwa atas kekwatiran degredasi budaya yang terjadi di tengah tengah masyarakat Simalungun, terus di di wilayah Rajaon Simalungun, mereka mengeluarkan maklumat untuk membentuk lembaga Pemangku Adat yang mengakar ditengah tengah lingkungan masyarakat di wilayah Rajaon Simalungun. Sehingga ini pertama kali dilaksanakan para ahli Rajaon, ahli waris Rajaon dan pertuanan dilibatkan dalam merumuskan suatu kepengurusan lembaga adat di Simalungun,” ucapnya.

Hermanto Sipayung menambahkan, Hari ini sejak pagi tadi sudah bersidang merumuskan program kerja dan nantinya memilih pengurus yang dimungkinkan berasal dari ahli waris Rajaon itu sendiri, disini tidak ada dikenal istilah ada kreteria seperti begini, ahli waris Rajoan akan beriah Bolon, siapa yang lebih dulu menjadi pengurus yang ditunjuk,” jelas Hermanto.

Saat ini berlangsung rapat komisi kerja penentu apa apa saja yang akan dilakukan, yang menariknya ini baru pertama kali dan antusias yang hadir ini semua dari utusan pertuanan Rajaon, utusan dari Kecamatan, 5 perkecamatan mereka itu semua sitata ngatur kerja adat yang selalu berintraksi mengerjakan kerja kerja adat di daerah masing masing.32 Kecamatan di Kabupaten Simalungun hadir itu 5 perkecamatan diluar utusan pertuanan yang juga ada di kecamatan itu,” ungkapnya.

Harapan kita hari ini sudah dimulai dalam hal mewujudkan jati diri Simalungun dalam arti tidak hanya mewujudkan, mengembalikan hakiki an jati diri Simalungun. Dulunya Jaman Rajaon dan Pertuanan Harungguan Rajaon lah menjadi pengawas menjadi dewan tertinggi ketika ada terjadi perselisihan adat adat diwilayah Rajaon sehingga kedepannya juga pengurus yang terpilih sesegera mungkin membentuk kepengurusan hingga tingkat Huta. Jadi biar agar betul betul mengakar lah pelestarian , penggalian dan upayah pagaredakon adat dan budaya Simalungun diseluruh wilayah Rajaon.

Nanti kedepannya ketika ada masyarakat Simalungun yang tinggal diluar sentral Simalungun ingin juga mendirikan yang sama seperti kita, kita sangat welcam, terbuka kita tidak mau menutup kemungkinan, ada warga diluar sentral Simalungun yang bermarga Simalungun berkeinginan untuk bergabung berorganisasi dengan kita, silahkan, terbuka dengan catatan kita harapkan betul betul lah orang yang terlibat didalamnya dan orang yang betul mengerti tata atur kerja adat Simalungun,” ungkapnya.

Disamping itu juga program yang akan dilaksanakan, dan hasil dari kesepakatan mereka hanya berkeinginan meparedakon jati diri Simalungun dengan kembali mengangkat hal hal yang sangat urjen dalam hal upayah pelestarian adat budaya Simalungun. Mudah mudahan dengan terlaksananya acara ini menjadi pilot projek menjadi Lider untuk pertama kepada suku suku lain untuk mempertahankan jati diri suku masing masing,” harap Hermanto.

Sementara untuk pelaksana kegiatan yakni, Ketua Pelaksana (OC) : Hermanto Sipayung
SH, Sekretaris Ober Saragih. SH, Ketua Panitia Pengarah ( SC) Jan ToguhDamanik. S. Sos dan Sekretaris,Rohdian Purba.M.Si.||| Samsidar Saragih

Editor: Zul