Today

Kasatreskrim Polres Pasaman Beberkan Keterlibatan Oknum Polisi-T*I-ASN-Wartawan Bekingi Tambang Emas Ilegal

Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes (Foto: Ist/Aktual Online)
Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes (Foto: Ist/Aktual Online)

#Edisi6
#KhususNamaPemaindanBekingTambangEmasIlegalPasaman

AKTUALONLINE.co.id – Sumatera Barat || Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes beberkan sejumlah nama oknum yang terlibat dalam membekingi tambang emas ilegal di wilayahnya.

Mulai dari oknum Polisi, T*I, ASN, hingga wartawan, semuanya memiliki bancakan serta peran masing-masing untuk melindungi para pengusaha sekaligus mafia tambang emas ilegal yang disembunyikan dibalik nama masyarakat.

Lewat rekaman suara yang kini viral, AKP Fion Joni Hayes menyebut oknum polisi yang terlibat seperti Dirkrimsus dan Kapolres Pasaman. Hal ini dapat didengar dari beberapa pernyataannya, seperti:

“Aku lagi di bengkel si Jek bang. Bisa kita bertemu, kata si Rohom. Pergilah aku ke bengkel si Jek. Ditelpon si Rohomlah Dirkrimsus. Bang, abang gak fair ini kata Rohom (red.telponan Rohom dengan Dirkrimsus). Jatah abang dikeluarkan juga, tapi dua alat abang ambil payungnya. Sementara orang itu sudah main dua bulan”.

Dan pernyataan,
‎”Saya sampaikan ke Kapolres, Izin ndan, saya datangi Dandim. Gak usah kata kapolres, biar saya telpon. Disampaikan Kapolres ke Dandim, bukan orang kasat yang nangkap tapi orang Polda”.

Simak rekaman suara Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes soal beking dan pemain tambang emas ilegal melalui tayangan berikut:

Keterlibatan oknum T*I juga digambarkan AKP Fion Joni Hayes secara jelas. Yang membekingi tambang emas ilegal dengan pangkat tinggi adalah Pang**m, lalu Waas**tel Ko**m, hingga Da**im. Hal tersebut dapat disimak dari pernyataan berikut:

‎”Menelponlah si Sumbal ke aku. Bang izin bang, katanya. Si Jorong gak jadi koordinasi dengan Waas**tel karena Pang**m ribut. Karena Rohom melapor ke Pang**m. Jadi, karena ribut gak ikut-ikut”.

Lalu di pernyataan,
‎
‎”Setelah itu, Dan**m berprasangka aku yang menangkap. Yang menangkap orang Polda, komandan bukan aku”.

READ  Kurang dari 6 Jam, Terduga Pelaku Pembunuh Ibu dan Anak Ditangkap Polres Langkat

Paling mengejutkannya lagi, pembekingan tambang emas ilegal ini turut dilakukan oleh seorang ASN yang akrab disapa Rohom atau dengan nama asli Roni Irawan.

AKP Fion Joni Hayes terus menyebut nama Rohom berulang dan pernyataannya memberitahukan bahwa Rohom memiliki pengaruh yang sangat kuat karena dapat memerintah Dirkrimsus dan tidak bersekat dengan Pang**m. Hal ini dapat didengar salah satunya dari pernyataan,

“Akhirnya Dirkrimsus menyampaikan ke Rohom, si Rohom paka itu. Bang Rohom, saya minta tolong ya, jangan disampaikan nama saya ke Kapolda. Udahlah, sekali ini saya ambil, besok tidak lagi, kata si Dirkrimsus,”

Urusan beking membeking tambang emas ilegal ini ternyata juga merembet ke oknum wartawan bernama Wan Wibowo dengan peran sebagai kurir jatah tambang emas ilegal.

“Dulu sekali pertama kali main, datanglah adekku si Fauzan ke rumah ke rumah, merengek-rengek. Bang, apa Zan. Orang dapat jatah melalui Wanwibowo. Jadi gimana zan. Aku tidak mau terima. Jadi gimana. Jangan buat berita. Enggak, abang kan abangku”.

Jika pada waktu tertentu alat-alat tambang emas ilegal ada yang ditangkap, AKP Fion Joni Hayes memastikan pemiliknya belum memiliki beking. Meski begitu, alat-alat yang disita tersebut dapat dikeluarkan saat berkasnya sampai me meja jaksa. Hal itu dapat disimak melalui pernyataan,

“Dulu uncu main sama Habib. Koordinasilah sama Dan**m, ditangkaplah sama Krimsus. Akhirnya sampai proses pengadilan dan diuruslah di Jaksa, alat itu dikembalikan ke Habib, ditebuslah Rp70 juta, Sobeng itu Kajarinya”.

Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes yang dikonfirmasi soal pengakuannya itu pada 2 Mei 2026 sempat membantah. Namun, ia kemudian tidak dapat menyangkal pengakuan itu karena Aktual Online menegaskan memegang bukti.

READ  Kemendagri Surati Gubsu Bobby Nasution Soal Proyek Tempat Sampah Rp392 Juta Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan

Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes kemudian sempat berjanji akan bersedia diwawancara soal nama-nama pemain dan yang membekingi emas ilegal di Pasaman ini. Namun, ia kemudian mengaku sibuk.

“Assallammualikum wr wb. Belum bisa lagi bang karena masih banyak kegiatan dan kasus atensi bang kalau ada waktu nanti saya kabari ban,” terangnya melalui aplikasi perpesanan.|| Prasetiyo

Related Post