AKTUALONLINE.co.id | MEDAN — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di UPT SMP Negeri 27 Medan tidak hanya berlangsung dalam suasana seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan pihak sekolah untuk memperkuat penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) sekaligus memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan.
Pembagian hadiah kepada para pemenang lomba menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, kedisiplinan dan kerja keras siswa selama mengikuti berbagai kegiatan.
Kepala UPT SMP Negeri 27 Medan, Drs. Sangkot Basuki, M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik melalui penerapan kebiasaan positif secara konsisten.
Selain memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, momentum Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai kebersamaan, gotong royong, tanggung jawab dan sikap saling menghargai.
Penguatan 7 KAIH di lingkungan sekolah diarahkan untuk membentuk peserta didik yang memiliki kebiasaan positif, mandiri, disiplin, sehat dan memiliki semangat belajar. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan siswa di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui pemberian hadiah kepada para pemenang lomba, sekolah ingin menunjukkan bahwa setiap usaha dan prestasi siswa layak mendapatkan apresiasi. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi, berkarya dan meraih prestasi.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran sekolah sebagai ruang tumbuh bagi peserta didik. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa.
Dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila, UPT SMP Negeri 27 Medan mendorong seluruh siswa untuk terus membangun kebiasaan baik, menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. || Marlan Pasaribu





