AKTUALONLINE.co.id TULUNGAGUNG |||
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Tulungagung terus mempercepat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat dan bebas dari kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Perihal tersebut dibuktikan melalui realisasi pembangunan fasilitas sanitasi standar bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Pada Tahun Anggaran 2026, Disperkim memfokuskan pengerjaan infrastruktur sanitasi pada Sub Kegiatan Penyediaan Unit Pengolahan Setempat. Proyek tersebut diwujudkan melalui Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Sanitasi dalam bentuk pembangunan Jamban Keluarga Sehat dan Standar di Desa Ngrance, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung.
Tercatat sebanyak 11 kepala keluarga (KK) di desa tersebut resmi terdaftar sebagai penerima manfaat langsung dari program ini.
Kepala Disperkim Kabupaten Tulungagung, Robinson Pasaoran Nadeak, S.H., M.H., melalui Sekretaris Agus Sulistiono, S.T., M.T., menyampaikan bahwa program ini merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, produktif, dan berkualitas. Menurutnya, pemenuhan sanitasi yang layak bukan sekadar masalah pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan lingkungan.
“Kesehatan lingkungan adalah hak dasar sekaligus penopang utama kualitas hidup masyarakat. Melalui pembangunan jamban sehat ini, kami berkomitmen mendampingi wilayah prioritas agar segera mencapai target Open Defecation Free (ODF). Kami ingin memastikan masyarakat MBR mendapatkan akses sanitasi yang aman, bermartabat, dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya, Selasa (03/11/2026).
Lanjut, Agus Sulistiyono menjelaskan pembangunan 11 unit jamban keluarga ini dirancang untuk memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari warga setempat. Terdapat tiga manfaat utama yang menjadi target luaran dari program ini:
1. Penurunan Risiko Penyakit: Pola hidup masyarakat dipastikan akan bergeser menjadi jauh lebih higienis, sehingga meminimalisasi potensi penularan kuman penyakit bawaan air (waterborne diseases) seperti diare dan tipus.
2. Perlindungan Sumber Air Bersih: Dengan adanya tangki pengolahan setempat yang standar, potensi pencemaran tanah akibat bakteri E. coli dapat ditekan secara optimal, menjaga kualitas sumur air bersih milik warga.
3. Kesejahteraan dan Martabat Keluarga: Fasilitas sanitasi di dalam rumah memberikan privasi, keamanan, dan kenyamanan ekstra, khususnya bagi kelompok rentan seperti wanita, lansia, dan anak-anak.
Lebih lanjut, untuk memastikan fasilitas fisik tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang, Disperkim Tulungagung menerapkan pengawasan berlapis selama masa konstruksi. Mutu bahan material, kesesuaian volume pekerjaan, hingga detail spesifikasi teknis diselaraskan secara ketat dengan dokumen kontrak kerja serta daftar simak administrasi.
Pihak dinas juga memastikan bahwa setiap dinamika perubahan kondisi lahan di lapangan telah diantisipasi secara fleksibel dan legal, melalui prosedur teknis resmi guna menghindari penurunan kualitas bangunan.
“Langkah terukur ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi desa-desa lain di Kecamatan Pakel untuk bersama-sama menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan demi masa depan Tulungagung yang lebih sehat,” pungkasnya.||| Dodik S
Editor : Zul


