Today

Ancaman Karhutla Melonjak 52,5 Persen: 372 Hotspot Kepung Indonesia, Menhut Terjunkan Pasukan ke Habitat Orangutan TN Tanjung Puting

Aishila

AKTUALONLINE.co.id –  Jakarta  |||  Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tanah air kembali menghebat. Dalam kurun waktu 24 jam, lonjakan titik panas (hotspot) melonjak tajam hingga 52,5 persen. Tiga provinsi—Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat—kini berstatus siaga tinggi usai menjadi penyumbang hotspot terbanyak secara nasional.

Data pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga Rabu (14/10/2026) pukul 21.00 WIB mencatat sebanyak 372 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) mengepung wilayah Indonesia. Angka ini naik drastis sebanyak 128 titik dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 244 titik.

Porsi terbanyak terkonsentrasi di enam provinsi prioritas karhutla dengan total 294 titik. Kalteng memimpin lonjakan tertinggi dengan 130 titik (naik dari 65 titik), disusul Sumsel 91 titik, Kalbar 59 titik, Kalsel 5 titik, serta Jambi yang mendadak muncul dengan 9 titik. Sementara Riau tercatat masih nihil hotspot.

Sadar akan ancaman fatal terhadap ekosistem sensitif, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni langsung bertolak meninjau Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng. Menhut memimpin rapat terbatas bersama jajaran TNI, Polri, BPBD, BNPB, dan pengelola kawasan untuk memperketat benteng pertahanan dari amukan si jago merah.

“Penanganan tidak boleh berhenti hanya karena api di permukaan sudah padam. Karakteristik lahan gambut sangat mengecoh. Pembasahan, pendinginan, hingga mopping up (penyisiran bara) harus tuntas agar api tidak kembali membara dari dalam tanah,” tegas Raja Juli Antoni, seperti yang dikutip Aktual Online, Kamis (15/10/2026) dari laman www.kehutanan.go.id.

Langkah taktis langsung dieksekusi. Sebanyak 160 personel gabungan tambahan diterjunkan ke empat titik prioritas TNTP. Tak hanya itu, penambahan sumber air lewat pembuatan sumur bor masif dilakukan, disusul penyiapan pangkalan udara alternatif di Kuala Pembuang jika sewaktu-waktu dibutuhkan water bombing.

Fokus pengamanan tak cuma membentengi zona inti kawasan konservasi, tetapi juga menyangkut keselamatan satwa endemik dilindungi, khususnya orangutan. Patroli darat terus diketatkan guna mengantisipasi pergerakan satwa yang berpotensi keluar kawasan akibat panik menghindari asap dan kobaran api.

READ  Tingkatkan Mutu Pelayanan, RSUD Muhammad Ali Kasim Targetkan Akreditasi Paripurna

Pihak Kemenhut pun mengimbau warga sekitar agar tak mengevakuasi satwa liar secara mandiri apabila menemukannya berkeliaran di pemukiman. “Cukup jaga jarak aman, catat koordinatnya, dan segera lapor ke petugas BKSDA atau Balai TNTP agar dapat ditangani tim ahli,” tulis imbauan resmi Kemenhut.

Di sisi lain, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan dilaporkan mulai berada pada rentang tidak sehat hingga sangat tidak sehat secara lokal berdasarkan pantauan konsentrasi partikulat PM2.5. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil diimbau mengurangi aktivitas luar ruang serta wajib mengenakan masker.

Kemenhut menegaskan, tim Manggala Agni bersama aparat penegak hukum terus bersiaga penuh di lapangan untuk menyekat pergerakan api sekaligus menindak tegas siapapun pelaku pembakaran lahan tanpa kompromi. |||  Red

Related Post