Indonesia Emas Di Mata Bupati Deli Serdang Hanya Isapan Jempol Karena Susah Terlalu Lama Berkuasa
Aktualonline.co.id- Deli Serdang
Program President Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan Indonesia emas di tahun 2045 kena hanya isapan jempol saja.
Pasalnya, bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan yang sudah lama berkuasa hingga ke generasi ketiga malah aneh nya didukung salah satu. partai Gerindra saat maju mencalonkan sebagai bupati menjadi penghianat.
Namun sejalan waktu, kekuasaan di jabat nya seakan lupa.kacang dengan .kulitnya dan menguji kehebatan partai pemenang pemilu ini bersebrangan dengan ketua DPRD Deli Serdang yang nota benenya ketua Gerindra hal itu bermula terjadi dampak pengesahaan P APBD 2026 di batalkan .
Batalnya, pengesahaan anggaran tersebut dilakukan ketua DPRD bukan semata mata menolak pembangunan apalagi demi kepentingan masyarakat melainkan ada sekenario besar yang terjadi di mana sebelum anggaran di kirim ke DPRD ternyata ada puluhan proyek yang pelaksanaan pekerjanya sudah berjalan dan anehnya lagi proyek itu di jual ke pihak rekanan dan pastinya dalam penjualan proyek itu ada biaya yang dikeluarkan hingga 20 persen dari setiap pagu pekerjaan tersebut yang mereka terima.
Untuk meloloskan sekenario tersebut, sejumlah anggota DPRD yang penjilat dilibatkan bermain di balik seragam jasnya itu dengan berpura pura mendekati ketua DPRD Deli Serdang dan hal itu dilakukannya seakan akan dia bersih padahal hatinya busuk.
Sebagai langkah selanjutnya, propaganda dan manuver serta siasat dilakukan dengan menghembuskan bahwa ketua DPRD Deli Serdang memiliki puluhan milyar proyek sehingga menimbulkan imets di masyarakat seakan akan hal itu benar padahal hoax.
Merasa yakin dan percaya bahwa permainan tersebut bakal mulus, selanjutnya pergerakan dilakukan dengan mengirim draf pemakaian anggaran dan adanya penambahan anggaran sekitar 503 milyar pada mata anggaran bencana alam.
Namun Dikira ketua DPRD Deli Serdang dan tim.banggar hanya kacangan, begitu draf anggaran di berikan ada temuan di mata anggaran yang di ajukan pihak eksekutif tersebut dan benar saja, saat di mintai keterangan tentang kenaikan anggaran bencana alam mereka tak dapat membuktikan hal itu sehingga guna menyelamatkan uang rakyat maka resiko dilakukan dengan membatalkan pengesahaan P APBD.
Batalnya pengesahaan tersebut, ” maling ” yang selama ini bermain di dalam proyek akhirnya menampakan wujud aslinya dengan melakukan perlawanan dalam bentuk somasi terhadap kepemimpinan DPRD dan banggar hingga mengirim surat somasi ke DPP pusat setiap partai dan hal itu dilakukan karena selain proyek yang mereka kerjakan belum di bayar juga akan berhadapan dengan para tengkulak yang terlebih sudah memberikan upeti kepada mereka.
Bukan sampai di situ saja, selain menyebarkan surat somasi ke dunia Maya ternyata aksi demo juga dilakukan ke kantor DPD Gerindra yang ada di kota Medan dengan tujuan agar mendesak pengurus DPP pusat Gerindra memberikan saksi kepada kadernya.
Namun tentu saja, sebelum serangan bakal dilakukannya, ketua DPRD Deli Serdang Zaki Sahri yang sudah melalang di dunia politik dan bakal mengetahui resiko yang akan terjadi terlebih dahulu sudah melaporkan hal itu kepada pimpinan pusat DPP Gerindra terkait yang terjadi di kabupaten Deli Serdang ini guna mencari penjelasan
Adanya serangan di dunia Maya dan pergerakan ormas tersebut , Fikri yang merupakan. alumni USU dan memiliki jurusan Ilmu Politik serta memiliki kerabat pejabat kabupaten Deli Serdang, mencurigai bahwa aksi dan penyebaran berita yang dilakukan di medsos bukan murni karena kebenaran akan tetapi dia mencurigai adanya pendanaan di balik itu semua .” Itu menurut saya barternya kalau gak proyek pasti uang cash dalam bentuknya jadi tak heran kebusukan di balut seakan akan benar padahal salah dan pastinya kebenaran akan mencari jalannya sendiri walau banyak terjadi berbagai kendala dan pastinya pejabat petinggi yang ada di partai Gerindra dan Golkar bisa mengetahui secara Arif dan bijaksana melihat persoalan yang terjadi secara benar .” Ungkapnya
Ia juga menambahkan, bahwa program President RI Bapak Prabowo Subianto menjadikan Indonesia Emas itu tidak berlaku sama sekali di Deli serdang.
Bagaimana tidak, Sebagai dokter spesialis, ke piawayan nya dalam kutu loncat dan ” memberontak ” seakan. Akan menjalankan program President Ri itu hanya serimonial aja baginya dan hal itu nyaris saja dibuktikan nya saat akan merebut ketua Gerindra Deli Serdang segala cara dilakukan baik mengikuti ulang tahun partai Gerindra tahun yang lalu dan diadakan di jakarta juga ia ikut serta datang di acara pendidikan laskar Gerindra yang dilakukan di sibolangit beberapa hari yang lalu dan hal itu menjadi pertanyaan maksud dan tujuannya datang ke acara tersebut padahal diketahui dia itu merupakan kader partai pohon yang berlambang beringin.
Karena tak terpilih, selanjutnya dokter spesialis ini mulai merubah arah dan insaf kembali menjadi kader Golkar dan ikut acara yang diadakan DPD Golkar sumut padahal diketahui sejak terpilih menjadi bupati, kader ini pernah berpolemik dengan pimpinan DPD saat itu di jabat Bapak Musa Rajekshah.
Saat kepemimpinan Golkar Sumut Bukan lagi di Pimpinan Anggota DPRD RI itu lagi, Tentu saja hal itu dimanfaatkan beliau bermodal memiliki kartu anggota Golkar yang masih berlaku, kedatanganya di acara itu bukan hanya sebatas mengikuti nya akan tetapi ada maksud yang tersembunyi karena kita tau bahwa salah satu tim.banggar yang menolak mengesahkan P APBD Deli Serdang dan sekaligus ketua Golkar Deli Serdang yaitu Hamdani Syaputra apakah pohon beringin dapat di guncang atau malah sebaliknya dapat bertahan seperti partai Gerindra kita lihat aja apa yang terjadi selanjutnya..
jadi, tujuan dan maksud dewan itu tidak akan membuat kesulitan bagi untuk pembangunan ke masyarakat akan tetapi kalau untuk kepentingan golongan apalagi di balut dengan kepentingan masyarakat saya pastikan akan saya lawan dan sekali lagi ketua Gerindra Deli Serdang itu saya pastikan bahwa dirinya baik itu keluarganya sama sekali tidak pernah bermain proyek apapun jenisnya.
Dipesankan nya lagi, bahwa eksekutif dan legislatif tidak boleh berbisnis apalagi mengambil fee proyek dan lainnya agar pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang di harapkan sesuai dengan mutunya sehingga tidak terjebak seperti kabupaten lainnya yang kini masih di proses lembaga komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) ” Sekali lagi dewan meminta maaf kepada warga Deli Serdang karena P APBD tidak disahkan dan hal itu dilakukan demi meyelamatkan uang rakyat dari pada peyamun.” Sebutnya.gom





